Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Batu Akik Teratai Muratara Diminati Orang Asing
PELITARIAU, Muratara - Demam batu akik membuat bisnis ini semakin menjanjikan. Bahkan masyarakat Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) tidak begitu ambil pusing dengan turunnya harga karet, karena kebanyakan dari mereka sekarang beralih menjadi pencari batu akik.
Batu akik Muratara yang dikenal sebagai batu tawon atau teratai kini dilirik oleh pecinta akik dari empat negara, yakni Taiwan, Korea, India dan China. Bahkan mereka datang langsung untuk melihat kualitas batu akik.
Salah satu pengepul batu akik di Desa Kerta Dewa, Kecamatan Rawas Ulu, Sri Mulyati, mengaku kini memiliki banyak kenalan warga negara asing. "Mereka sengaja datang untuk membeli berbagai macam aksesoris dari batu," aku Sri Mulyati, sebagaimana dilansir okezone.
Menurutnya, banyaknya peminat karena corak batu akik tawon beragam. Mulai dari teratai hijau, merah, hitam, kuning, biru, pancawarna, serat lalang, telur kodok, bulu ayam, klasmail, lavender, red muratara, dan masih banyak lagi.
Sri menggeluti bisnis batu akik sejak 2007, tapi dulu tidak "semeledak" sekarang. Pengalaman membuat Sri bisa membedakan mana batu kualitas super, kristal, dan batu biasa.
"Sehingga setiap pembeli dari berbagai negara yang datang bisa saya layani sesuai permintaan mereka," ujarnya.
Untuk diekspor, Sri berserta suaminya hanya mengirim bahan batu akik berukuran besar. Harganya sesuai kualitas, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per kilogramnya.
Dalam seminggu, semula usahanya bisa mengekspor satu kontainer batu akik. Namun sejak batu tawon semakin laris, ditambah lagi orang asing dari China, Korea, dan Taiwan datang langsung ke tempatnya, dalam satu minggu ia bisa menjual 22 ton batu akik dengan kualitas super.
Dan belum lama ini ia mendapatkan bantuan berupa mesin potong batu dari pencita akik asal Korea, untuk lebih mendukung kinerjanya dalam membelah batu. Dia juga mendapatkan kontrak ekspor 11 kontainer batu tawon ke Taiwan.
"Saat ini baru terpenuhi tujuh kontainer. Selain itu juga saya akan mendatangkan pengerajin batu akik untuk memberikan pengajaran bagi warga," pungkasnya.***
Editor: Ramdana
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









