Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Diserang Buaya
Penjala Ikan di Pelalawan Tewas Diserang Buaya, Ini Kronologisnya
PELITARIAU, Pekanbaru - Konflik manusia dan buaya memakan korban bernama Katius Zebua (21), saat sedang mencari ikan di Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan, Sabtu (18/6/2022) kemarin.
Korban ditemukan tim gabungan pada Sabtu (18/6/2022) sekitar pukul 03.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kepala Wilayah I BKSDA Riau Hansen Siregar mengatakan, korban diketahui menjadi korban setelah diberitahu temannya, yang ikut mencari ikan.
Hansen menceritakan kepada PELITARIAU Senin (20/6/22), kronologis kejadian berawal saat korban datang ke lokasi untuk mencari ikan bersama temannya, pada Jumat (17/6/2022) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Tiba di lokasi, korban langsung menebar jala di kanal batas PT CAS. Namun, tiba-tiba jala tersangkut di kayu.
Melihat hal itu, Katius Zebua langsung masuk ke dalam kanal, untuk melepaskan jala tersebut. Namun, tiba-tiba ia diserang seekor buaya dan langsung ditarik ke dasar kanal.
“Korban sempat ditolong temannya namun tidak berhasil,” kata Hansen.
Karena tidak berhasil, teman korban berlari mencari pertolongan kepada pihak perusahaan PT CAS dan melaporkan kepada Kepala Desa Terbangiang, terkait kejadian tersebut.
Setibanya di lokasi, tim gabungan melakukan penyelusuran di kanal PT CAS untuk mencari keberadaan satwa buaya yang menyerang korban, namun tidak menemukannya.
Hingga Sabtu dinihari tim yang melakukan pencarian, akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 03.00 WIB.
“Informasi dari masyarakat buaya yang menyerang korban jenisnya Sinyulong,” kata Hansen.
Selain itu pengamatan petugas, di lokasi kejadian diketahui merupakan habitat buaya. Karena lokasi tersebut merupakan hamparan rawa dan dialiri oleh Sungai Kerumutan yang terkoneksi dengan Kanal milik PT. CAS, ketika curah hujan tinggi dan banjir.
“Mencegah peristiwa tersebut terulang kembali, tim melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati beraktivitas disekitar Sungai dan Kanal yang memang merupakan habitat buaya,” ujar Hansen.
Pesan lainnya, tim juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak memburu dan membunuh buaya tersebut karena dilindungi oleh undang-undang. **Prc7
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









