Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Inflasi Riau
Tahun Ini Diprediksi Lebih Tinggi Dibanding 2021
PELITARIAU, PEKANBARU - Inflasi yang akan terjadi di Riau pada tahun 2022 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2021, Hal ini disampaikan Deputi Kepala BI Riau Maria Cahyaningtyas, Selasa (18/1/2022) di Pekanbaru.
Disampaikannya, hal ini akan terjadi dikarenakan tahun 2022 diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan domestik seiring kondisi perekonomian Riau dan Nasional yang lebih baik.
"Kondisi tersebut akan mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama yang selama pandemi belum mengalami kenaikan harga karena minimnya permintaan," sebut Maria Cahyaningtyas.
"Akibat potensi kenaikan tersebut, inflasi Riau pada tahun 2022 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2021 namun tetap tetap berada pada kisaran 3 persen plus minus 1 persen," ujarnya lagi.
Ia mengatakan untuk memitigasi peningkatan inflasi tersebut, TPID Riau akan selalu berupaya meningkatkan efektivitas strategi 4K yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi efektif.
Berdasarkan rilis data inflasi oleh Badan Pusat Statistik, tingkat inflasi bulanan di Provinsi Riau pada Desember 2021 tercatat sebesar 0,05 persen (mtm), atau lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya di November 2021 sebesar 0,38 persen (mtm).
Dengan perkembangan tersebut, realisasi inflasi tahunan Riau pada 2021 tercatat cukup rendah, yaitu sebesar 1,54 persen (yoy).
"Rendahnya inflasi Riau pada 2021 tidak terlepas dari sinergi TPID se-Provinsi Riau. Salah satunya melalui inisiasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga kontinuitas pasokan," ujarnya.
Sepanjang 2021, TPID se-Provinsi Riau berhasil menginisiasi 5 KAD dengan daerah sentra produksi, antara lain Sumatera Utara untuk komoditas cabai merah, Sumatera Barat untuk komoditas beras, dan DKI Jakarta untuk komoditas daging sapi.
Memasuki 2022, Tyas mengatakan sejumlah risiko harus diwaspadai pihak terkait agar inflasi tetap terkendali. Risiko tersebut diantaranya masih tingginya ketergantungan Riau terhadap pasokan komoditas pangan dari daerah lain, lalu berbagai komoditas yang terdampak penyesuaian cukai rokok, pengenaan cukai plastik, dan pengenaan cukai minuman berperisa. **Prc7
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









