• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1108 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2385 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2751 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5308 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2432 Kali

  • Home
  • Kopi Paet
  • Pekanbaru

Opini

Dari Pesantren Kita Bisa Berkarya & Mandiri

Ferry Anthony

Senin, 29 November 2021 09:52:51 WIB
Cetak
Dari Pesantren Kita Bisa Berkarya & Mandiri
Andre Hariyanto, Penulis Aktif Menggeluti Kajian Media & Founder Komunitas Taklim Jurnalistik

PELITARIAU, PEKANBARU - Pendidikan dan dakwah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan untuk membekali umat manusia dalam menghadapi pergolakan kehidupan yang semakin kian tak terkendali. Untuk mensyiarkan ilmu dengan cara berdakwah tentunya sebuah lembaga pendidikan memerlukan proses pendanaan demi kelancaran dan perkembangan suatu lembaga. Jer basuki mawa bea, salah satu pepatah atau falsafah Jawa yang memiliki arti jika menginginkan kesuksesan maka diperlukan adanya pengorbanan. Agar lebih produktif dan berkembang dengan pesat maka lembaga pendidikan yang dikelola oleh sebuah yayasan pesantren harus berpikir kreatif.

Setiap kegiatan pendidikan memerlukan biaya. Untuk itu, dana pendidikan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses pendidikan, contohnya untuk pembangunan asrama santri, pendanaan kitab-kitab, pemeliharaan asrama, dan kegiatan belajar mengajar lainnya. Darimana semua itu akan diperoleh jika sebuah lembaga yayasan pesantren tidak memiliki pendanaan untuk menguatkan perekonomian pesantren secara mandiri?

Sumber dana dapat diperoleh melalui (1) wakaf artinya sumbangan, (2) Shodaqoh, dan (3) hibah artinya pengeluaran harta semasa hidup untuk kepentingan keagamaan. Dalam hal pembiayaan, pendidikan pesantren lebih mengandalkan pada kemandirian lembaga yang diperoleh dari berbagai sumber yang ada berupa sumbangan para santri dan orang tua, wakaf, zakat, infak dan shodaqoh. Salah satu sumber dana yang selama itu terus mengalir di beberapa pondok pesantren berasal dari donatur. Donasi sebagai sumber dana pendidikan memang tidak dapat dijadikan sebagai patokan karena aliran dananya tidak dapat dipastikan. Untuk itu suatu yayasan, harus mampu menciptakan kemandirian yang tidak bergantung kepada donatur saja melainkan juga harus mengembangkan kreatifitas.

Kepekaan orang yang tidak mampu, bisa berbagi kreasi dalam kemandirian

Bagi kalangan tertentu, ketidakmampuan dan keterbatasan akan melahirkan sebuah kreatifitas yang dapat membentuk jiwa kemandirian. Pada dasarnya secara kuantitas, potensi dukungan masyarakat luas terhadap dana pendidikan pesantren sangatlah besar, dengan populasi penduduk Indonesia yang berjumlah kurang lebih 210 juta, 85% adalah umat Islam, yang berarti 178,5 juta orang.  Dalam kenyataannya potensi ini belum tergali dengan baik sehingga kurang memberikan dampak bagi pendidikan pesantren. Maka sudah saatnya kini pesantren lebih bisa memanfaatkan potensi dan kreasi secara lebih baik.

 

Gagasan

Pesantren mampu mencetak generasi penerus bangsa yang handal dan tidak kalah dengan lulusan pendidikan formal. Untuk merespon tantangan zaman tersebut, pesantren memiliki daya dorong untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik termasuk dalam kemandirian ekonomi. Menurut Chusnul Chotimah dalam studi kasusnya di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, bahwa kemandirian ekonomi di pondok pesantren Sidogiri dimulai dari internalisasi nilai-nilai intangibles kepada santri, sehingga jiwa santri tergerak melakukan yang terbaik untuk pondok pesantren. Untuk selanjutnya, bagaimana sebuah pesantren dapat mencapai kemandirian dalam bidang perekonomian, dapat dimulai dengan berbagai langkah berikut.

1. Sosialisasi jiwa kemandirian

Pimpinan pesantren membekali jiwa kemandirian pada santri agar mereka mampu menciptakan sebuah ide-ide kewirausahaan demi mencapai perekonomian yang lebih baik. Pesantren memiliki sumber daya manusia yang cukup memadai untuk mengelola sebuah usaha yang nantinya keuntungannya dapat digunakan untuk mendukung biaya pendidikan yayasan pesantren.

2. Merubah Mental

Tidak semua pesantren dapat berkembang baik dalam hal kemandirian ekonomi. Namun sejatinya, pesantren memiliki peluang untuk menciptakan kemandirian. Bagaimana sebuah pesantren dapat merubah mental lemah dan pemikiran terbelakang menjadi sebuah mental kuat yang selalu berpikir kreatif demi kemajuan pesantren.

3. Yayasan jemput bola

Yayasan sendiri tentunya harus memiliki inisiatif dalam mencapai kesuksesan yakni “menjemput bola”. Tidak menunggu saja rezeki itu datang, menjemput rezeki dengan menciptakan dan merealisasikan ide-ide cemerlang

4. Mampu bertahan

Yayasan pesantren demi mempertahankan diri, juga perlu mempertahankan tempat yang konsisten dalam wujud nyata dengan cara membentuk sebuah legalitas dan menyebarluaskannya sebagai salah satu cara untuk mengembangkan eksistensi pesantren. Legalitas nama dan penyebarluasan ini dapat digunakan untuk menggaet donatur, baik donatur dari masyarakat maupun dari pemerintah.

Selain langkah-langkah di atas, untuk mempertahankan kemandirian, sebuah pesantren memiliki sumber pendanaan yang dapat dikelola dengan baik. Contohnya membangun koperasi pesantren yang menyediakan barang-barang dan kebutuhan santri sehari-hari. Koperasi pesantren dapat dikelola oleh santri yang keuntungannya untuk pesantren. Dalam hal ini, pesantren melatih santri untuk berdagang.

Selain itu juga dengan menciptakan sumber-sumber ekonomi lainnya dengan melihat letak geografis pesantren. Meninjau berbagai pesantren pada umumnya di Jawa Timur, beberapa usaha perekonomian pesantren adalah peternakan, perkebunan, dan usaha air minum. Sumber ekonomi ini dapat bekerja sama dengan mitra usaha lain atau dapat berdiri sendiri yang berawal dari modal nilai kemandirian.

Langkah-langkah strategis untuk mewujudkan mitra usaha di yayasan pesantren dapat dimulai sebagai berikut.

1. Mencari konseptor/ donatur

Ide usaha pesantren harus jelas dan memiliki konsep yang matang. Jika sebuah ide usaha tersebut menarik tentu para donatur tidak akan segan untuk mendonasikan hartanya dalam mendukung usaha tersebut.

2. Pemberdayaan industri yang cocok untuk pesantren

Letak geografis dan potensi yang ada di sekeliling pesantren mempengaruhi keberhasilan pembangunan usaha perekonomian pesantren. Seperti halnya yang telah dilakukan di beberapa pesantren di Indonesia, ada yang sudah memiliki BMT, usaha pendistribusian air minum, budidaya ternak lele, budidaya ternak ayam petelur, dan masih banyak lagi sumber-sumber ekonomi pesantren ditinjau dari letak geografisnya.

Pemberdayaan industri di sekitar lingkungan pesantren dapat dijadikan mitra usaha pesantren dalam mengembangkan perekonomian. Pimpinan pesantren bernegosiasi dengan pimpinan industri sehingga alumni pesantren yang memiliki skill dalam bidangnya mampu menembus industri.

3. Pengelolaan Saham ternak menjadi saham yang besar

Ada beberapa pesantren yang memiliki budidaya ternak, namun tidak semuanya dapat berkembang secara meluas. Untuk mewujudkannya, pengeloaan budidaya ternak di pesantren perlulah membangun mitra usaha dengan usaha peternakan lain di luar pesantren agar memperoleh saham yang besar.

Konsep kemandirian pesantren dapat dicapai melalui berbagai langkah yaitu dengan mencari donatur, menciptakan sumber ekonomi dalam pesantren, dan membangun mitra dengan usaha di luar pesantren. **Prc7



Sumber : Mas Andre Hariyanto /  Editor : Anthony

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Kopi Paet

Hina Besi, Hinanya Manusia Penghianat

Ahad, 11 Mei 2025 - 20:58:02 WIB

Hina besi karena karatnya,Hina manusia karena niatnya.Sekarat karat besi.

Kopi Paet

Ditanya Keseriusan Parpol Mengusung Elda Suhanura di Pilkada Inhu 2024

Ahad, 12 Mei 2024 - 14:18:36 WIB

PELITARIAU.com - Nama Elda Suhanura SH MH yang jauh hari dira.

Kopi Paet

TMMD Indahnya Kebersamaan TNI Bersama Rakyat

Selasa, 23 Agustus 2022 - 22:23:50 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Sebagai masyarakat yang berprofesi seba.

Kopi Paet

Dibuka Plt Sekwan, Gerai Rudal Yanto Ramaikan Kuliner Kota Pekanbaru

Ahad, 05 Juni 2022 - 00:40:28 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Launching gerai makanan 'Rudal Yant.

Kopi Paet

Pranala Jalma : Mencari Otak Politik

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:41:22 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Otak politik layaknya organ utama yang .

Kopi Paet

Menimang PJ Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar

Selasa, 17 Mei 2022 - 13:33:47 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - TEMAN saya seorang walikota. Dia mengat.

Terkini

  • +INDEX
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
03 Juli 2026
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
03 Juli 2026
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
03 Juli 2026
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
03 Juli 2026
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda
03 Juli 2026
Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
03 Juli 2026
Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
03 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 2 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
  • 3 Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
  • 4 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 5 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 6 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
  • 7 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved