Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Ternyata Sagu Meranti Bisa Diolah Menjadi Glukosa
PELITARIAU, Selatpanjang- Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, ternyata tanaman sagu bisa memiliki nilai ekonomis lebih tinggi lagi. Dari penelitian Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Republik Indonesia (RI) menemukan bahwa sagu bisa diolah menjadi glukosa (gula cair).
Penjelasan mengenai manfaat lain dari sagu tersebut disampaikan oleh Tim peneliti BPPT RI di hadapan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, di ruang pertemuan BPPT Jalan Thamrin Jakarta, pada Jumat (20/2) lalu.
Peneliti BPPT RI, Ir Supriyanto M Eng mengatakan bahwa sagu bisa diolah menjadi alternatif bahan baku glukosa yang selama ini banyak diambil dari tapioka.
"Sirup glukosa adalah pemanis alami dari bahan baku pati. Glukosa ini banyak digunakan untuk industri makanan dan minuman seperti sirup, permen, coklat dan es krim,” sebutnya.
Menurutnya saat ini pada umumnya industri glukosa menggunakan bahan baku tapioka yang harganya sangat fluktuatif. Harga tapioka saat ini pada kisaran Rp 8.000 per KG. Sementara harga sagu sangat stabil hanya pada kisaran Rp 5.000 per KG.
"Sagu pernah diuji coba sebagai bahan baku untuk industri glukosa menggantikan tapioka. Hasil produknya maupun prosesnya tidak berbeda nyata,” jelasnya.
Dia juga mengatakan bahwa, untuk penggunakan sagu sebagai bahan baku glukosa sudah dilakukan di Malaysia, terutama di Sarawak yang memiliki tanaman sagu. Bahkan pengelolaan perkebunan dan produksi sagu di negara tersebut sudah dilakukan dengan sangat baik sehingga memiliki kualitas sangat tinggi.
“Berbagai industri makanan dan minuman di Malaysia sudah lama menggunakan glukosa yang terbuat dari bahan baku sagu,” terangnya.
Bahkan Dia mengatakan bahwa, saat ini pengusaha glukosa menginginkan sagu dalam jumlah yang sangat besar sebagai bahan baku pabriknya di Jawa. Namun masih kesulitan mendapatkan sagu, mengingat tata niaga sagu yang belum meluas.
"Karena pengusaha tersebut hanya mendapatkan sagu dari Cirebon yang juga merupakan sagu dari Meranti. Namun jika diarahkan langsung ke Meranti tentunya merupakan hal yang sangat tepat," tutupnya.
Penulis: Doni Ruby Saputra
Editor : rio
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









