• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1108 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2385 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2751 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5308 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2432 Kali

  • Home
  • Kopi Paet
  • Pekanbaru

Opini

Sumber Daya Alam Melimpah Apakah Bisa Mendukung Sektor Pariwisata Riau ?

Ferry Anthony

Senin, 25 Oktober 2021 13:48:35 WIB
Cetak
Sumber Daya Alam Melimpah Apakah Bisa Mendukung Sektor Pariwisata Riau ?
Praktisi Pariwisata, Osvian Putra ketika berkunjung di Museum Perminyakan Kalimantan Utara (Arsip Pribadi)

PELITARIAU, PEKANBARU - Tidak banyak orang yang bisa menterjemahkan keunggulan Riau di sektor pariwisata. Kita terlalu larut dengan pakem model Objek Wisata Alam, Objek Wisata Budaya, dan Objek Wisata Buatan. 

Tiga objek wisata ini sering diterjemahkan sebagaimana daerah lain yang telah memiliki kelebihan di bidang masing-masing, yang kemudian disandingkan dengan di Riau. 

Menggali kelebihan sebuah daerah di sektor pariwisata tentu yang paling dibutuhkan adalah pemahaman terhadap daerah itu sendiri. Tidak ada rumus baku karena sektor ini bukanlah ilmu pasti. 

Jika Bali punya kelebihan dengan pantai-pantainya yang berpasir putih indah memesona, maka tentu tidak perlu kita paksakan pantai kita akan berkelas seperti Bali. 

Jika Sumatra Utara punya danau Toba, tentu tidak bisa pula kita paksakan danau-danau yang terdapat di Riau akan seperti danau Toba. Jika dataran tinggi di pegunungan Tengger punya gunung Bromo yang setiap tahunnya dibanjiri jutaan wisatawan tentu tidak bisa pula kita paksakan dataran tinggi yang ada di Riau akan seperti Bromo. 

Konsep ATM (amati, tiru, modifikasi) yang selama ini cukup sering kita adopsi bisa saja diterapkan, akan tetapi keotentikannya tentu tidak akan bisa mengalahkan yang aslinya.

Kalau kita lihat faktanya sekarang, Riau kaya akan Sumber Daya Alam dan PDRB Riau banyak bersandar ke Sumber Daya Alam tersebut. Siapa yang bisa memungkiri bahwa dari perut bumi Riau lah minyak bumi paling banyak dihasilkan di negeri ini.

Semenjak pertama kali perusahaan minyak Belanda NPPM Belanda melakukan survey di hulu sungai Rokan pada tahun 1938 atas izin dari Sultan Siak (besluit No. 104). Akhirnya ditemukan kandungan minyak bumi yang kelak dinamakan dengan Blok Rokan seperti yang kita kenal sekarang.

Namun sayang, karena setelah survey awal tersebut belum bisa dilanjutkan ke tahapan eksploitasi karena pecah perang dunia ke-II. Akhirnya setelah perang dunia ke-II usai, usaha eksploitasi tersebut dilanjutkan oleh perusahaan Amerika dengan geologistnya yang melegenda namanya di dunia perminyakan, Ricard H Hopper. Semenjak pertama kali di eksploitasi puluhan tahun lalu, entah sudah berapa milyar barel minyak bumi mengalir dari Riau untuk mensuplai kebutuhan bahan bakar minyak negri ini. 

Lalu, atas fakta dan perjalanan sejarah itu. Apatah anak-anak kita tahu betapa kayanya Riau? Belum tentu, pekerja di perusahaan-perusahaan minyak itu pun bukanlah dominan dikuasi oleh anak jati Riau sendiri. 

Maka, atas sifat Sumber Daya Alam yang pasti ada batasnya itu sudah sepantasnya kita membangun sesuatu yang nanti bisa menjadi wahana belajar menggali pengetahuan tentang seluk-beluk industri perminyakan tersebut.

Cita-cita seperti itu dikemukakan oleh Sugianto, anggota Komisi II DPRD Riau yang membidangi masalah pariwisata. “Lebih baik kita tonjolkan apa yang memang sudah kita miliki untuk dijadikan sebagai objek wisata unggulan Riau. Toh selama ini orang memang tahunya Riau adalah daerah penghasil utama minyak bumi di tanah air.” Begitu kira-kira pandangannya dalam suatu kali diskusi tentang bagaimana mengangkat pariwisata Riau dengan mengangkat keotentikan Riau sendiri. 

Hal tersebut senada dengan pernyataan, Anggota Komisi IV DPRD Riau, Yuyun Hidayat S yang membidangi masalah Pertambangan dan Energi. Pria asal Kampar yang juga menjadi anggota Pansus Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Provinsi Riau 2021-2035 ini juga memiliki pandangan yang sama.

Dalam sebuah rapat dengan jajaran Dinas Pariwisata provinsi Riau serta Dispar Kabupaten/Kota yang ada di Riau beberapa waktu yang lalu, beliau pernah menyatakan bahwa jika kita membangun objek wisata alam, pasti akan sangat banyak biaya yang dibutuhkan mulai dari infrastruktur berikut kelengkapan aksesibiltasnya.

Membangun objek dengan segala fasilitasnya dan kebutuhan-kebutuhan lain yang selalu harus diupdate mengikuti perkembangan zaman. Sementara wilayah Riau luas. Yang mana yang akan dibangun terlebih dahulu? Yang mana yang betul-betul kompetitif jika disandingkan dengan provinsi-provinsi lain di sekitar kita sehingga nanti bisa menarik kunjungan wisatawan? 

Jika dibangun di daerah A, maka akan timbul rasa cemburu masyarakat dari daerah lain. Sementara, keunggulan komparatif kita dari sisi objek wisata alam belum tentu akan bisa bersaing dengan objek-objek lain di kawasan sekitar (baca; provinsi tetangga). 

Ketika kita bangun sekarang, mungkin provinsi lain juga sedang membangun objek yang sama. Ketika kita mulai menjalankan objek wisata yang baru dibangun tersebut daerah lain malah sudah mulai lagi melakukan pembenahan untuk memperbaharui apa yang mereka punya.

Maka tidak akan selesai pekerjaan untuk membangun terus-menerus, pasti akan mengeruk biaya yang akan sangat besar. Sementara, faktanya saat ini jika dibandingkan antara inbound- dan outbound, malah kita deficit, sebab lebih banyak orang Riau yang bepergian keluar daerah/negeri dibandingkan dengan orang lain yang datang ke Riau.

Untuk itu, usulannya adalah bangun museum Perminyakan. Museum yang tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda kuno. Akan tetapi museum modern tempat dimana orang-orang bisa belajar, menikmati proses perkembangan industri perminyakan secara interaktif. 

Museum yang tampilannya menarik dengan koleksi benda-benda yang relevan dengan tema perminyakan. Museum dimana orang bisa mendapatkan pengalaman bagaimana rasanya berada di industri perminyakan.

Desainnya harus dengan lanskap yang benar-benar menggambarkan suasana di kawasan pengeboran dan pengolahan minyak, instagramable, dan mudah diakses. Tidak perlu harus di dalam kota tapi di kawasan yang benar-benar bisa mewakili keberadaan Riau sebagai penghasil minyak utama di tanah air. 

Artinya museum tersebut secara tidak langsung bisa menjadi objek wisata Pendidikan, objek tematik yang berbeda dari objek wisata lainnya. Alasannya sederhana, kelebihan Riau ada disitu!

Pada saatnya nanti tidak salah pula kiranya dibangun kawasan wisata tematik seperti itu, misalnya museum sawit. Toh faktanya Riau memiliki hamparan kebun sawit terluas di tanah air, 2,4 juta hektar! 

Harusnya ini yang diolah untuk kita jadikan objek wisata unggulan Riau kedepan. Anak-anak Riau tidak perlu lagi study banding keluar daerah kalau hanya tujuannya untuk sekedar berekreasi. Kita sediakan objek dimana orang-orang benar-benar bisa belajar dan menikmati proses industri tersebut. Dikemas dalam suatu wahana yang menarik dan modern. 

Dengan desain yang pas dan atas argumen-argumen yang masuk akal, rasanya tidak mungkin perusahaan-perusahaan di industri terkait akan mengucurkan dana CSR-nya untuk tujuan tersebut.

Kalimantan Utara adalah provinsi termuda di tanah air, di salah satu daerahnya di kota Tarakan mereka punya museum seperti itu walaupun skalanya mini. Maka mestinya Riau juga harus punya sesuatu dengan konsep yang lebih holistik; museum, wahana pendidikan dan sekaligus objek wisata. Artinya kita kembali ke kearifan lokal Riau. Kelebihan kita pada Sumber Daya Alam. Itulah yang semestinya ditonjolkan. Khas Riau. **Rls



Sumber : Osvian Putra, Praktisi Pariwisata /  Editor : Anthony

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Kopi Paet

Hina Besi, Hinanya Manusia Penghianat

Ahad, 11 Mei 2025 - 20:58:02 WIB

Hina besi karena karatnya,Hina manusia karena niatnya.Sekarat karat besi.

Kopi Paet

Ditanya Keseriusan Parpol Mengusung Elda Suhanura di Pilkada Inhu 2024

Ahad, 12 Mei 2024 - 14:18:36 WIB

PELITARIAU.com - Nama Elda Suhanura SH MH yang jauh hari dira.

Kopi Paet

TMMD Indahnya Kebersamaan TNI Bersama Rakyat

Selasa, 23 Agustus 2022 - 22:23:50 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Sebagai masyarakat yang berprofesi seba.

Kopi Paet

Dibuka Plt Sekwan, Gerai Rudal Yanto Ramaikan Kuliner Kota Pekanbaru

Ahad, 05 Juni 2022 - 00:40:28 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Launching gerai makanan 'Rudal Yant.

Kopi Paet

Pranala Jalma : Mencari Otak Politik

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:41:22 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Otak politik layaknya organ utama yang .

Kopi Paet

Menimang PJ Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar

Selasa, 17 Mei 2022 - 13:33:47 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - TEMAN saya seorang walikota. Dia mengat.

Terkini

  • +INDEX
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
03 Juli 2026
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
03 Juli 2026
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
03 Juli 2026
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
03 Juli 2026
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda
03 Juli 2026
Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
03 Juli 2026
Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
03 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 2 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
  • 3 Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
  • 4 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 5 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 6 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
  • 7 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved