Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pembunuhan Sadis
Pria di Rohul Kampak Bayi 7 Bulan Hingga Tewas, Hanya karena Masalah ini
PELITARIAU, Rohul - Seorang pria di Rokan Hulu, Riau bernama Yasatulo Lafau secara membabi-buta mengampak bayi yang masih berumur 7 bulan hanya karena air minum.
Pelaku tega membunuh anak tetangganya itu dengan mengayunkan kampak ke arah perut bayi malang tersebut sebanyak dua kali di halaman rumah korban, di Desa Rantau Benuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/9/1021) saat istri pelapor Herni meminta air minum kepada anak gadis pelaku.
Pada saat itu, pelaku mengatakan kepada Herni "emangnya tidak ada air kalian". Lalu Herni menjawab bahwa air di rumahnya masih panas.
"Tidak lama kemudian, pelaku mendatangi ayah korban sebagai pelapor bernama Nodieli yang sedang di halaman rumah dan kembali menanyakan hal tersebut. Lalu pelapor mengatakan hal yang sama bahwa air di rumahnya masih panas," ujar Kapolres menirukan ucapan pelapor.
Entah apa yang merasuki pelaku, pelaku mengambil sebilah kapak yang ada di sepeda motor miliknya dan pelaku mengayunkan kapak tersebut ke arah Nodieli namun pada saat itu ia langsung lari ke belakang rumah.
Pelaku berusaha mengejar dan mengayunkan kapak yang dipegangnya ke pintu rumah Nodieli. Setelah pintu rumah terbuka, pelaku mengejar istri pelapor yang berada di dalam rumah, namun istri pelapor melarikan diri.
"Melihat tetangganya itu melarikan diri, pelaku kemudian mengambil korban (bayi 7 bulan) yang sedang tidur di ayunan rumah korban. Kemudian pelaku membawa korban mondar mandir di depan rumah korban," terang AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, Kamis (16/9/21).
Masyarakat setempat berusaha mencegah maupun mengambil bayi tersebut di tangan pelaku namun tidak berhasil. Selanjutnya pelaku turut membakar 2 unit sepeda motor milik tetangganya.
"Masih dalam keadaan emosi, pelaku kemudian menidurkan korban di tanah halaman korban dan mengayunkan kapak ke bagian perut korban sebanyak 2 kali hingga tewas," ungkap Kapolres.
"Setelah membunuh anak bayi tetangganya sendiri. Pelaku melarikan diri ke belakang halaman dan tidak beberapa lama kemudian pelaku berhasil diamankan masyarakat setempat dan dibawa ke Polsek Kepenuhan," ujar AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito. **Prc7
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









