Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Praktek Jual Beli Buku Beratkan Orang Tua Murid Di Inhu
PELITARIAU, Rengat - Oknum guru salah satu Sekolah Dasar Negeri di kecamatan Rengat kabupaten Inhu kembali melakukan aksi jual beli buku di sekolah. Aturan dan larangan dari Mendikbud Anis Baswedan ternyata tidak berlaku di Dinas Pendidikan kab. Inhu.
Praktek jual beli buku tersebut terkuak saat salah satu orang tua murid yang mengungkapkannya kepada Pelitariau.com, Jumat (13/02). Menurut Omar orang tua salah seorang siswa kelas 5 mengatakan bahwa pihak wali kelas memaksa murid untuk membeli buku SBI sebanyak 7 buah.
" Saya cukup pusing atas desakan anak saya JA untuk membeli buku, dengan ketentuan harus bayar lunas baru buku dibagikan. Pada awal semester sudah disuruh beli buku cetak dengan total bayar 213.000, belum ada sebulan sudah diharuskan beli buku sejenis LKS senilai 70.000." Terang Omar.
Buku yang dijual 70.000 (7 buah @ 10.000) tersebut ternyata mempunyai nilai jual diluar hanya @ 6.500 / buku dengan total 45.500, artinya per paket oknum guru meraih keuntungan 24.500. Jelas keuntungan di kali jumlah siswa per kelas.
" Jujur saya bingung dengan paksaan guru untuk anak murid, belum lagi yang les yg harus dibayar tak boleh telat tanggalnya, sementara kita sebagai orangtua murid tidak semua berada di ekonomi atas, tata-rata ekonomi masyarakat Inhu masih menengah kebawah. Sampai dengan saat ini aja masih ada ditemukan siswa yang tak mampu beli baju batik sekolah, sangat miris melihat seperti itu." Tambah omar.
Berlin Manurung ketua LSM Pemantau Korupsi Kolusi dan Nepotisme (PKKN) Kab. Inhu sangat mengutuk oknum guru yang masih mencari keuntungan dari jual beli buku cetak di sekolah.
" Sangat disayangkan apabila ada oknum guru yang seperti itu, padahal sudah jelas dana bantuan pusat BOS dan bantuan daerah BOSDA untuk tiap sekolah. Di hitung berdasarkan jumlah murid, diharapkan pihak terkait segera menindak lanjuti hal ini secara serius." Terang Berlin.
Untuk membangun dunia pendidikan agar jadi lebih baik diharapkan tidak disertai dengan niat lain. Kemajuan kabupaten Inhu kedepan berada ditangan generasi muda tentunya dengan ilmu dan skill yang mereka miliki.
Penulis: tony
Editor : rio
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.









