Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Harimau Serang Warga
Ini Kata BKSDA Riau Soal Dugaan Serangan Harimau di Pelalawan
PELITARIAU, Pekanbaru - Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau mengakui dapat kabar adanya seorang warga di Kabupaten Pelalawan, Riau, berhasil selamat dari terkaman harimau. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 10 Juli 2021.
“Call centre kami juga mendapat berita itu dan kiriman video serta foto - foto terkait hal tersebut,” kata Kepala BBKSDA Provinsi Riau Suharyono dalam keterangan tertulisnya, diterima, Minggu (11/7/2021).
Sebelumnya, serangan si belang terjadi pada seorang warga Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan. Menurut informasi yang diterima, dia berhasil menyelamatkan diri.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 10 Juli 2021, sekitar pukul 16.00 WIB.
“Tadi pagi, tim Resort setempat sedang menuju ke desa atau lokasi korban untuk mendapatkan informasi yang tepat,” tambahnya.
“Tentunya kami turut prihatin, kalau lagi - lagi harus ada korban konflik dengan harimau. Kami selalu berharap ke semua pihak untuk bersama-sama saling mengingatkan tentang perlunya pemahaman hidup berdampingan dg satwa yang dilindungi (co-eksistensi),” terangnya.
Dia menambahkan, konflik antara harimau dan manusia yang terjadi di Riau, selalu berkaitan dengan hilangnya habitat satwa dilindungi itu. Selain itu, aktivitas masyarakat yang berpotensi mengancam keselamatan satwa, juga bisa menjadi penyebab harimau bisa melakukan serangan mematikan.
“Janganlah kita dengan sengaja menebang kayu di hutan-hutan primer yang merupakan ruang hidup harimau. Jangan pula kita biarkan saudara-saudara kita, tetangga-tetangga kita memasang jerat di hutan dan berburu babi yang juga merupakan penopang hidup harimau makanan pokok harimau,” katanya.
“Terakhir saya berharap agar saudara - saudara di Desa Serapung untuk tetap tenang, dan tidak membuat anarkis terhadap harimau sumatera liar,” terangnya.
Diketahui pula, saat ini kondisi warga yang diduga korban serangan harimau itu, sudah mendapat perawatan di puskesmas rawat inap di Kuala Kampar. Terdapat beberapa luka pada bagian kaki kiri korban namun kini sudah ditangani tim medis. ** Prc7
Diduga Jadi Korban Begal, Pria di Selatpanjang Akui Rekayasa Cerita Karena Terlilit Utang
PELITARIAU,Meranti - Kabar dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (cura.
Pemkab Meranti Terus Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK Atas Temuan Pada Dinas PUPR
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmenn.
Erry Gading : PT Pelindo dan PT Bumi Meranti Agar Duduk kembali dan Jangan Dibiarkan Berlarut
PELITARIAU,Meranti - Berlarut larutnya dan belum ada kesepakatan persoalan perja.
Bupati Asmar Sambut Konsulat Malaysia Pekanbaru, Kepulauan Meranti Bidik Penguatan Kerja Sama Lintas Negara
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut k.
Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali menunjukkan komitmennya da.
Meranti Perkuat Sinergi Dengan Samsat Untuk Dongkrak PAD Dari Pajak Kendaraan
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mencari terobo.









