Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Terkena Ranjau
Beruang Madu Berhasil Diselamatkan
PELITARIAU, Dumai - Seekor beruang madu dilaporkan terjerat di kebun milik warga tepatnya di Desa Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Rabu (30/06). Satwa bernama latin Helarctos Malayanus itu diduga telah terjerat selama 24 jam.
Mendapatkan laporan itu, Tim Sapu Jerat dan Penanganan Konflik Taman Wisata Alam Sungai Dumai Balai Besar KSDA Riau bersama Resort Dumai turun ke lokasi untuk menyelamatkan beruang madu tersebut.
Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Heru Sutmantoro membenarkan adanya informasi tersebut. Saat itu tim kebetulan tengah melakukan operasi jerat di sekitar wilayah tersebut.
"Saat melewati semak belukar di wilayah tersebut, warga mendengar ada auman dan melihat ada beruang madu yang terjerat. Warga langsung melaporkan kepada tim yang sudah ada di lapangan," tuturnya, Jumat (02/07/21).
Saat tiba di lokasi,Tim menemukan seekor beruang madu dalam kondisi terjerat. Dari pantauan, diperkirakan satwa dilindungi itu sudah terjerat selama 24 jam. Kondisinya juga sudah sedikit lemas.
"Tim kemudian melakukan upaya penyelamatan secara manual dan segera memutuskan tali nilon yang menjerat kaki kanan depan beruang madu dengan menggunakan dodos" katanya.
Meski sudah sehari semalam terjerat, namun kondisi kaki beruang itu tidak mengalami luka yang cukup parah. Sehingga petugas tidak memutuskan untuk melakukan perawatan. Sementara setelah tali jerat putus, beruang itu langsung lari ke dalam hutan.
"Kita telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melukai atau membunuh satwa yang dilindungi undang-undang termasuk beruang madu. Kita juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memasang jerat disekitar kawasan tersebut," bebernya.
Tak hanya itu, Tim meminta secara sukarela kepada warga yang memasang jerat babi hutan di kebun sawit mereka untuk membongkar jeratnya dan membuat surat pernyataan untuk tidak memasang jerat yang dapat membahayakan satwa dilindungi.**Prc7
Bupati Asmar Percepat Persiapan Lahan Gudang Bulog di Dorak, Targetkan Pembangunan Segera Dimulai
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar memimpin rapa.
Pemkab Meranti dan Konsulat Malaysia Perkuat Kerja Sama, Buka Peluang Kerja, Beasiswa, hingga Pasar Produk Lokal
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperkuat hub.
Bupati Asmar Ingatkan Pilkades Jangan Sampai Pecah Belah Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar mengingatkan seluru.
Bupati Asmar Lepas Kontingen E-Sport Meranti, Targetkan Tembus Tiga Besar dan Lolos ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Semangat membara mengiringi keberangkatan kontingen E.
Polresta Pekanbaru Terima Asistensi dan Verifikasi Lapangan Scaling Up Inovasi Pelayanan Publik Polri
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru menerima kunjungan Tim Asistensi da.
Diduga Jadi Korban Begal, Pria di Selatpanjang Akui Rekayasa Cerita Karena Terlilit Utang
PELITARIAU,Meranti - Kabar dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (cura.









