Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kian Merosot
Petani Kelapa di Inhil Makin Menjerit
PELITARIAU, Indragiri Hilir - Harga Kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir cenderung mengalami penurunan, sejak 30 Mei 2021 hingga saat ini terus anjlok, bahkan sekarang harga kelapa bulat grade abc hanya berkisar 2000 per kg yang tadinya mencapai 3500 per kg.
Tidak stabil dan cenderung turunnya harga kelapa di Kabupaten Inhil ini sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya para pedagang.
Dampak dari turunnya harga kelapa ini membuat daya beli masyarakat juga berkurang sehingga para pedagang sangat merasakan dampak ini.
Ada banyak faktor yang menyebabkan harga kelapa semakin menurun, salah satunya akibat tidak masuknya kapal dari Malaysia karena lockdown akibat pandemi Covid-19.
Selain itu, antrian yang panjang di PT Pulau Sambu dan juga sepinya permintaan kelapa sayur di daerah jawa membuat harga kelapa di Kabupaten Inhil anjlok.
Harga kelapa yang turun juga memengaruhi harga produk turunan kelapa yang lain seperti arang dan kopra.
"Beberapa bulan ini harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir tiap minggunya terus mengalami penurunan. jika hal ini terus berlangsung akan berdampak kepada kesejahteraan para petani kelapa karena hampir 70 persen kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir milik petani," ujar Siska, salah seorang pelaku usaha kelapa di Kecamatan Keritang Indragiri Hilir kepada wartawan, Jumat (2/7/2021).
Turunnya harga kelapa membuat sebagian petani beralih usaha guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Jika harga tinggi, petani kelapa berbondong-bondong untuk datang ke darat merawat kebun dan memanen. sebaliknya jika harga rendah semangat petani juga ikut menurun karena merasa hasil kerja tidak sesuai dengan apa yang didapatkan,” kata Ridwan yang merupakan petani kelapa di Inhil.
Dikatakannya, banyak petani kelapa yang beralih ke pinang hingga menjadi buruh di kebun kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ridwan berharap perhatian Pemerintah terhadap kelangsungan hidup petani kelapa di Inhil.
Harga yang belum stabil seperti saat ini kata Ridwan, membuat para petani merasakan pahitnya hidup dengan cucuran keringat, rendahnya harga kelapa yang merupakan mata pencaharian mereka dalam kehidupan sehari hari dan keluarganya.
"Ya, mestilah mendapatkan perhatian khusus baik dari pemerintah maupun swasta mengingat kelapa merupakan pendapatan utama masyarakat di Indragiri Hilir yang sudah turun temurun sejak dahulu," harapnya. **Prc7
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









