Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Konfirmasi
Kadiskes Riau Pastikan 2 Warga Inhu dan Rohul yang Meninggal Bukan karena Vaksin
PELITARIAU, Pekanbaru - Beredar informasi dua warga di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau meninggal usai satu minggu menjalani vaksinasi COVID-19.
Menangapi informasi itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menegaskan, dua warga di Riau yang meninggal usai divaksin dipastikan bukan disebabkan karena vaksin, tapi disebabkan penyakit bawaan.
"Itu warga yang meninggal setelah seminggu vaksin bukan berarti karena vaksinnya. Karena tidak bisa juga setiap orang ada apa-apa (meninggal) dikaitkan dengan vaksin," katanya, Kamis (18/6/2021).
Menurutnya dua warga Riau yang meninggal setelah divaksin itu telah dilakukan investigasi dan observasi oleh Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi Riau.
"Hasil investigasi dan observasi Komda KIPI itu dua warga yang meninggal bukan disebabkan vaksinasi, tetapi karena penyakit yang diderita oleh yang bersangkutan. Dan itu sudah dijelaskan Komda KIPI, karena itu domainnya mereka segala sesuatu yang terjadi setelah vaksin," terangnya.
Karena itu, Mimi Nazir mengimbau kepada masyarakat tidak perlu takut dengan beredar kabar tentang vaksin yang belum tentu kebenarannya.
"Vaksin ini sudah diuji klinis aman untuk meningkatkan imunitas tubuh. Jadi masyarakat tak perlu khawatir dengan vaksin," imbuhnya.
Untuk diketahui, selama pelaksanaan vaksinasi di Provinsi Riau berjalan di Riau, Komda KIPI Provinsi Riau sudah menerima sebanyak 56 kasus KIPI.
Dari 56 kasus KIPI yang masuk ke Komda KIPI Riau tersebut setelah dilakukan klasifikasi 49 kasus dinyatakan sebagai kasus KIPI ringan.
"Sedangkan 7 kasus lagi masuk dalam klasifikasi KIPI berat atau serius. Dari 7 kasus KIPI berat ini ada dua yang meninggal dunia," kata Ketua Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi Riau, dr Ligat Pribadi, Kamis (17/6/2021) di Pekanbaru.
Ligat mengatakan, dari 7 kasus KIPI berat ini selain dua meninggal dunia, saat ini masih ada satu pasien lagi yang masih dirawat di rumah sakit swasta di Pekanbaru. Kemudian yang empat lagi sudah sembuh.
"Sedangkan dua pasien meninggal dunia setelah seminggu divaksinasi adalah warga Indragiri Hulu dan warga Rokan Hulu," jelasnya. **Prc7
Diduga Jadi Korban Begal, Pria di Selatpanjang Akui Rekayasa Cerita Karena Terlilit Utang
PELITARIAU,Meranti - Kabar dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (cura.
Pemkab Meranti Terus Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK Atas Temuan Pada Dinas PUPR
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmenn.
Erry Gading : PT Pelindo dan PT Bumi Meranti Agar Duduk kembali dan Jangan Dibiarkan Berlarut
PELITARIAU,Meranti - Berlarut larutnya dan belum ada kesepakatan persoalan perja.
Bupati Asmar Sambut Konsulat Malaysia Pekanbaru, Kepulauan Meranti Bidik Penguatan Kerja Sama Lintas Negara
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut k.
Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali menunjukkan komitmennya da.
Meranti Perkuat Sinergi Dengan Samsat Untuk Dongkrak PAD Dari Pajak Kendaraan
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mencari terobo.









