Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pabrik PT RAPP Timbulkan Bau Busuk Menyengat
PELITARIAU, Pelalawan - Bau busuk menyengat hidung sudah sejak lama dirasakan warga yang tinggal dilokasi pabrik PT RAPP Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Lebih-lebih jika diguyur hujan, bau busuk menyengat radius hingga 1 KM diduga berasal dari Pabrik PT RAPP.
Masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik PT RAPP Panggalan Kerinci sudah resah, untuk menghilangkan bau busuk tersebut, warga sekitar berharap Pemkab Pelalawan melakukan tindakan yang bisa menguntungkan semua pihak terutama tidak merugikan masyarakat.
Ketua Sentral Gerakan Pemuda Pelalawan (SGPP) Jaka Endang, kepada pelitariau.com Senin (2/2) mengatakan, bau busuk yang diduga berasal dari lokasi pabrik PT RAPP tersebut sebenarnya hanya persoalan pengelolahan saja. "Langkah awal perusahaan harus secepatnya tanggap dengan sistim pengolahan limbah dan sejenisnya yang bisa menimbulkan bau," kata Jaka.
Jaka menjelaskan, Mustinya Perusahaan RAPP yang sudah level internasional tersebut bisa segera mengatasi bau busuk yang meresahkan masyarakat sebab, jika masyarakat yang mengambil tindakan tentu berbeda. "Namanya bau busuk menyengat tentulah mengganggu untuk saluran pernafasan dan pasti ada efeknya," jelas jaka.
Masyarakat setempat Anto (33) mengaku resah dengan mencium bau busuk yang ditimbulkan oleh pabrik PT RAPP di Pangkalan Kerinci tersebut, apalagi waktu mendung keluh anto dan dihari gerimis bau busuknya menyengat berkali-kali lipat dihari biasa. "Lahlamo (lama,red) bau busuk ini kami rasakan, kami takut ada hefek kesehatan kami jika terus mencium bau busuk ini," jelasnya.
Terpisah, Humas PT RAPP Erik dihubungi melalui via telpon mengenai bau busuk yang dikeluarkan PT RAPP menjelaskan, bahwa bau busuk tersebut tidaklah berbahaya karena bau tersebut bukanlah zat yang berbahaya seperti polusi yang di keluarkan oleh kendaraan seperti mobil. "Bau busuk dari RAPP tidak akan bahaya bagi lingkungan dan tidak merusak. Itu bukan limbah tapi bau pembakaran," ucapnya
Bau sisa pembakaran dari PT RAPP kata Erik, memiliki standar dan ukuran-ukuran yang ditentukan, misalnya batas kadar baunya hanya 10 persen tapi RAPP mengeluarkan bau sisa pembakaran dibawah 10 persen dan hanya 5 persen.***
Penulis: Andra
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .








