Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Alhamdulillah! Tahun 2030 Umat Islam Lebaran Tiga Kali, Begini Penjelasannya
PELITARIAU - Hari ini umat Islam se-Dunia merayakan lebaran tahun 2021 atau Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, walau dalam kondisi pandemi Covid-19.
Berbicara mengenai lebaran, pernahkah Anda membayangkan umat Islam se-Dunia akan mengalami tiga kali hari raya dalam setahun?
Ya, 9 tahun akan datang atau tepatnya tahun 2030, bulan Ramadan dan Syawal diprediksi terjadi dua kali dalam setahun. Artinya, pada tahun itu umat Islam mengalami tiga kali hari raya, yakni dua idul fitri dan satu idul adha.
Ibrahim Al Jarwan, anggota Federasi Arab di bidang Ilmu Antariksa dan Astronomi mengatakan, kalendar Islam menggunakan sistem penanggalan Kalendar Qomariyah atau Hijriyah, secara konsisten bergerak sekitar 11 hari lebih pendek dari sistem penanggalan Kalendar Syamsiah atau Masehi.
Pada tahun 2030, jelas Ibrahim, puasa pertama atau tanggal 1 Ramadan akan dimulai pada tanggal 5 Januari 2030 Masehi atau 1451 Hijriyah.
‘’Kemudian bulan Ramadan yang kedua, diprediksi akan dimulai tanggal 26 Desember 2030 Masehi atau 1452 Hijriyah,’’ sebutnya seperti dilansir dari surat kabar Dubai, Gulf News, seperti dikutip dari riausiberindo.co, Kamis (13/5/2021).
Ada sejumlah fakta tentang sistem Kalendar Hijriyah dan Masehi. Kalendar Hijriyah yang di dalamnya terdapat berbagai bulan seperti Muharam, Safar, Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadan, Syawal, Zulqaidah dan Zulhijjah, memiliki perbedaan dengan Kalendar Gregorian atau Masehi.
Kalendar Hijriyah memiliki 11 hari lebih sedikit daripada Kalendar Gregorian atau Masehi. Kedua sistem kalendar tersebut akhirnya akan bertemu satu sama lain pada lingkaran penuh dan mengulangi sistem penghitungan mereka sendiri.
‘’Perbedaan itulah yang menyebabkan terjadinya Ramadan atau Lebaran dapat terjadi hingga dua kali dalam setahun pada 2030 nanti.’
Menurutnya, Kalendar Hijriyah butuh waktu sekitar 33 tahun untuk dapat melewati secara penuh semua tanggal pada sistem Kalendar Gregorian, dan kejadian serupa diperkirakan akan terjadi kembali pada tahun 2063.
Diketahui, Kalendar Gregorian adalah kalendar yang paling banyak dipakai di seluruh dunia pada saat ini.
Kalendar Gregorian merupakan modifikasi dari kalendar Julius. Yang pertama kali mengusulkannya ialah Dr. Aloysius Lilius dari Napoli-Italia dan disetujui oleh Paus Gregorius XIII, pada tanggal 24 Februari 1582. **prc4
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.









