Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Gawat! 3,2 Miliar Password Bocor, 1,5 Juta Punya Pemerintahan Dunia
PELITARIAU - Sebanyak 3,28 miliar password yang ditautkan ke 2,18 miliar alamat email bocor di salah satu forum 'pembuangan' data terbesar.
Selain itu, kebocoran tersebut mencakup 1.502.909 password yang terkait dengan alamat email dari domain pemerintah di seluruh dunia. Di Pemerintah AS sendiri terdapat 625.505 password yang terungkap, diikuti oleh Inggris 205.099, Australia 36.025, Brasil 68.535, dan Kanada 50.726.
Temuan ini berasal dari analisis kumpulan data 100GB yang disebut "COMB21" atau Kompilasi Banyak Pelanggaran yang dipublikasikan secara gratis di forum kejahatan dunia maya awal Februari ini. Analisis ini mengumpulkan data dari berbagai kebocoran di berbagai perusahaan dan organisasi yang terjadi selama bertahun-tahun.
Password dikatakan diperoleh melalui teknik seperti peretasan hash kata sandi setelah dicuri atau melalui serangan phishing dan 'menguping' koneksi teks biasa yang tidak aman.
Menariknya, kebocoran ini juga menyertakan 13 kredensial yang ditautkan ke email pabrik air Oldsmar di Florida, seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh CyberNews. Namun, tidak ada bukti bahwa kata sandi yang dibobol itu digunakan untuk melakukan serangan siber pada Februari.
Sebaliknya, hanya 18.282 kata sandi yang terkait dengan domain pemerintah China, dan 1.964 kata sandi dari yang terkait dengan Rusia yang dibongkar.
"Ini merupakan indikasi bahwa kata sandi di negara-negara ini, yang terdiri dari huruf lokal, kurang ditargetkan oleh peretas. Ini adalah lapisan perlindungan yang tidak terduga terkait dengan alfabet Romawi," kata Pendiri Syhunt dan Chief Visionary Officer (CVO), Felipe Daragon seperti dilansir laman The Hacker News, Sabtu (1/5).
Pada catatan terkait, aktor ancaman terkenal bernama ShinyHunters telah mengunggah database yang diduga terdiri dari 20 juta pengguna BigBasket secara gratis, hampir lima bulan setelah startup pengiriman bahan makanan online India mengonfirmasi terjadinya pelanggaran data.
Menurut Under the Breach's Alon Gal, database tersebut mencakup alamat email pengguna, nomor telepon, alamat tempat tinggal, kata sandi berciri, tanggal lahir, dan riwayat pesanan.
Sebelumnya, ShinyHunters telah terhubung dengan penjualan data pribadi dari beberapa perusahaan, termasuk Zoosk, SocialShare, Tokopedia, TeeSpring, Mindful, Minted, Chatbooks, Dave, Promo, Mathway, Wattpad, MeetMindful.com, dan StarTribune. Pengguna yang informasinya terbuka sangat disarankan untuk mengubah kata sandi yang ada. **prc4
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.









