Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Ngeri! Pria Ini Tak Sadar Ada Pisau Nancap di Dadanya Setahun Lebih usai Ditikam
PELITARIAU, Filipina - Pria di Filipina, Kent Ryan Tomao, ditikam orang dalam sebuah insiden 14 bulan yang lalu. Namun, dia tidak sadar, pisau yang digunakan pelaku ternyata masih menancap di dadanya hingga saat ini.
Tomao mengaku ditikam saat sedang dalam perjalanan pulang bekerja di Kota Kidapawan, Filipina, pada Januari 2020. Setelah dilarikan ke rumah sakit, petugas medis diduga hanya menjahit luka luarnya saja dan memberinya obat penghilang rasa sakit.
Ternyata, tanpa disadari sebilah pisau yang patah masih sepanjang 10 cm bersarang di dadanya. Kent tidak menyadarinya sampai saat dia menjalani pemeriksaan kesehatan untuk syarat melamar pekerjaan baru, Selasa (23/3/2021) lalu.
Hasil rontgen terbaru menunjukkan, pisau tajam tersebut masih bersarang tepat di dadanya di samping tulang rusuk. Lebih mengerikannya lagi, letak pisau itu hanya berjarak beberapa inci dari paru-parunya dan nyaris melukainya.
“Para dokter tampaknya lalai dan tidak memeriksa luka saya dengan benar. Saya yakin mereka yang merawat saya tahun lalu bersalah atas apa yang terjadi. Mereka harus bertanggung jawab dan memperbaiki luka saya,” ujar Kent, dikutip India Times, Minggu (28/3/2021).
Dia mengaku kecewa dan sangat marah. Kent pun menuntut agar para dokter yang menjahit lukanya dulu segera melepaskan potongan pisau itu.
Dia mengklaim, saat berada di rumah sakit pascainsiden penikaman tahun lalu, luka-lukanya hanya dijahit untuk menghentikan pendarahan. Dia lalu diberi obat penghilang rasa sakit dan disuruh pulang.
“Sakitnya memang beberapa kali terasa, tetapi tidak parah. Selama ini saya hanya menahan dan membiarkan sakitnya hilang sendiri. Sekarang saya lega karena saya tahu masalah sebenarnya,” kata Kent.
Dengan kondisi saat ini, dia tidak dapat bekerja sebagai penambang karena perusahaan berpikir tidak aman baginya untuk bekerja dengan benda tajam yang masih tertanam di dadanya.
Kent masih belum memiliki rencana untuk mengambil tindakan hukum terhadap rumah sakit yang merawatnya. Dia hanya ingin para dokter untuk segera memperbaiki lukanya, karena dia tidak punya biaya untuk menjalani operasi. **prc4
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.









