Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Ruhut Minta AHY Jangan Kekanak-kanakan, Apa-apa Ngadu ke Jokowi
PELITARIAU, Jakarta - Mantan Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, meminta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersikap dewasa dalam menyikapi isu kudeta kepemimpinannya di partai tersebut.
"Saya minta AHY jangan childish, jangan kekanak-kanakan, jangan apa-apa ngadu ke Pak Joko Widodo. Jangan apa-apa lapor ke beliau," kata Ruhut, kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).
Menurut Ruhut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala negara memiliki tugas yang begitu berat dalam mengatasi pandemi Covid-19. Untuk itu, ia meminta agar tidak menyeret Presiden Jokowi dalam persoalan internal partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Kasihan beliau sudah banyak yang beliau tangani, termasuk pandemi virus Corona," tegas Ruhut.
Di mata Ruhut, lingkaran AHY di Partai Demokrat saat ini terbilang baru. Menurutnya, banyak kader yang tidak mengetahui sejarah berdirinya partai penguasa era SBY tersebut.
"Jadi orang baru nggak tahu sejarahnya Demokrat. Bagaimana kita patungan pada waktu itu, jadi ini mereka nggak tahu, tahu nikmatnya aja, mempertahankan itu tidak mudah," tegasnya.
Sebelumnya AHY, menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna melakukan konfirmasi karena mengendus adanya gerakan perebutan paksa (Kudeta) kepemimpinan Partai Demokrat dengan melibatkan pejabat tinggi pemerintahan di lingkungan istana.
"Yaitu tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat, Senin (1/2/2021).
Gerakan kudeta itu, dikatakan AHY diotaki oleh gabungan 5 orang pelaku yang terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu. Serta 1 orang non kader partai yang merupakan pejabat tinggi pemerintahan.
"Karena itu, tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," lanjut AHY. **prc4
sumber: cakaplah
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.









