• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2381 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2747 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5302 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali

  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pekanbaru

UMKM Dan Koperasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Bambang S

Selasa, 24 November 2020 14:33:47 WIB
Cetak
UMKM Dan Koperasi Kunci Pemulihan Ekonomi
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

PELITARIAU - Beratnya tantangan perekonomian yang dihadapi Indonesia pada dasarnya bersumber dari dua hal, kesenjangan pendapatan dan kemiskinan. Yang kaya semakin kaya -atau diperkaya- sementara yang miskin makin tertekan akibat kebijakan dan minimnya akses memperbaiki kehidupan dan menggapai kesejahteraan. Selama pandemi Covid-19 dua hal tadi menyeret Indonesia lebih dalam ke jurang depresi, bahkan ancaman resesi.

Selama pandemi pula segudang permasalahan seakan berebut muncul kepermukaan, dampak akumulatif dari kelalaian atau kegagalan pemangku kekuasaan menanganinya di waktu “normal” plus sifat latah menganggap semua baik-baik saja. Paling utama, permasalahan ekonomi imbas pendekatan ekonomi yang tidak sejalan dengan filosofi ekonomi Indonesia. TAP MPRS Nomor XXII 1966 dan TAP MPR Nomor XVI/1998 merupakan panggilan untuk kembali kepada konstitusi yakni UUD 1945 terutama pasal 33 yang menetapkan pedoman “Perekonomian disusun berdasarkan pada asas kekeluargaan”.

Sementara realita didominasi pendekatan liberal-kapitalistik. Pembangunan yang berfokus pada pertumbuhan justru menghasilkan kesenjangan dan tak banyak menolong mengurangi kemiskinan. Kekayaan alam dinikmati segelintir pihak, kesehatan dan pendidikan yang idealnya dimaknai sebagai investasi serta subsidi kebutuhan mendasar semua dianggap beban negara.

Jalan keluar dari permasalahan hanya satu: Indonesia harus kembali ke khittahnya. Sebagaimana digariskan UUD 1945, hanya ekonomi kerakyatan mampu menjadi penyangga. Secara eksplisit, perhatian pemerintah harusnya tercurah pada pelibatan secara aktif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Merekalah kunci perekonomian bangsa selamat dari keterpurukan dan terbukti tangguh melewati krisis sudah-sudah. Karena UMKM berperan menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan sektor riil.

Sayangnya di masa kritis seperti sekarang keseriusan dan totalitas pemerintah terhadap mereka masih dipertanyakan. Dari segi kinerja anggaran meski pemerintah pusat hingga pemerintah daerah punya program riil berupa pemulihan ekonomi, tapi realisasinya setakad ini belum optimal. Untuk Riau, dari total dana refocusing dan realokasi di APBD Riau 2020, realisasi anggaran yang disuntikkan untuk menggerakkan perekonomian sesuai arahan pemerintah pusat dan kontribusi daerah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per-awal Oktober 2020 masih zonk. Padahal di dalamnya ada alokasi yang menyasar pelaku UMKM.

Gubernur Riau (Gubri) kepada awak media menyatakan bahwa belum terealisasi anggaran terkendala data calon penerima bantuan yang masih butuh validasi. Melihat ketidaksiapan ini, muncul skeptisme apakah sebelum pandemi UMKM sudah menjadi concern kebijakan Pemprov? Walaupun dapat dimengerti saat ini dalam kondisi tidak biasa, namun terus berdalih bisa jadi jebakan. Justru dalam keadaan darurat pemerintah dituntut gerak cepat.

UMKM dan Koperasi

Belum optimalnya capaian program atau kegiatan yang menyasar UMKM sebenarnya dapat disiasati dengan memberdayakan aset perekonomian bangsa yang telah mengakar di tengah akar rumput. Adapun yang dimaksud tentu saja koperasi yang peran strategisnya dapat diberdayakan dalam agenda pemulihan ekonomi nasional. Koperasi lebih realistis dipakai untuk menjangkau UMKM termasuk membantu menyalurkan program bantuan atau kredit untuk permodalan para UMKM. Di tengah pandemi harusnya koperasi garda terdepan pemulihan ekonomi nasional. Selain bisa diandalkan dari segi data dan informasi terkait dengan pelaku langsung UMKM, yang bahkan pihak perbankan kerap memakai data dari koperasi, juga dinilai lebih akomodatif dan lebih “bersahabat” secara prosedural dan administratif bagi pelaku UMKM dibandingkan perbankan.

Ketika bicara permodalan, koperasi juga lebih efektif karena mengetahui persis seluk beluk usaha anggotanya. Meski koperasi dicap “kuperasi” –karena sering keteteran dari segi adaptasi pembaharuan dan teknologi terutama di era digital- justru di sini “keunggulannya”. Karena harus disadari belum keseluruhan pelaku UMKM bisa mengakses platform digital atau akrab dengan prosedural. Disamping hal tadi, keterkaitan koperasi secara langsung dengan pemerintah mulai Kementerian Koperasi dan UKM hingga Dinas dan OPD di tingkat daerah semakin memperkuat peran strategisnya. Minimnya campur tangan pihak lain dan kedekatan yang intim memudahkan pemantauan dan pengawasan oleh pemerintah. Apalagi di masa butuh eksekusi cepat dan cermat seperti sekarang, maka momentum tepat bagi pemerintah untuk memperkuat positioning koperasi sebagai jantung perekonomian nasional.

Berdasarkan pemaparan di atas, tahun ini dan ke depan lebih realistis bagi Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemprov Riau untuk terus berupaya merevitalisasi peran koperasi terutama dalam agenda pemulihan ekonomi di daerah. Karena koperasi wujud implementasi sesungguhnya dari UUD 1945. Revitalisasi baik itu berupa sentuhan sederhana seperti pembenahan aspek prosedural dan proses agar tidak berbelit-belit yang dapat mengurangi minat masyarakat untuk bergabung atau mendirikan koperasi, hingga fasilitasi kebijakan yang berorientasi membangun ekosistem baru yang dapat menciptakan kondisi saling mendukung dan menguatkan setiap pelaku ekonomi dengan melibatkan masyarakat akar rumput.

Dalam rangka mencapai tujuan dimaksud tentu prasaratnya koperasi harus diberi kepercayaan. Diawali dari dukungan regulasi, jika benar UU Cipta Kerja mengakomodir pendekatan lebih baik terhadap UMKM dan koperasi maka implementasinya tentu harus digesa dengan menerbitkan peraturan teknis yang dalam penyusunannya -sesuai janji pemerintah pusat- lebih banyak menampung aspirasi dan kebutuhan di daerah. Kita berharap narasi kebijakan untuk memperkuat koperasi lebih progresif ke depannya, termasuk membuka akses lebih besar bagi koperasi yang memungkinkan masuk ke sektor-sektor ekonomi unggulan nasional dan daerah yakni pangan, komoditas, maritim, pariwisata, dan industri pengolahan. Dengan pendekatan lebih baik terhadap UMKM dan koperasi niscaya ekonomi Indonesia akan bisa terselamatkan. **prc4

 

sumber: cakaplah 



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi & Bisnis

Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita

Ahad, 07 Juni 2026 - 10:31:24 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.

Ekonomi & Bisnis

Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:12:28 WIB

PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.

Ekonomi & Bisnis

Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:17:14 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.

Ekonomi & Bisnis

Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan

Senin, 18 Mei 2026 - 17:22:32 WIB

PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.

Ekonomi & Bisnis

Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:31:06 WIB

PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.

Ekonomi & Bisnis

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:19:02 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.

Terkini

  • +INDEX
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
03 Juli 2026
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
02 Juli 2026
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
02 Juli 2026
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
02 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
02 Juli 2026
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 2 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 3 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
  • 4 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
  • 5 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 6 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 7 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved