Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Mahasiswi HMI Peserta Demo di DPRD Kuansing, Klarifikasi Pemberitaan dan Potongan Video yang beredar di Medsos terhadap Pamannya
PELITARIAU,Kuansing-Pasca aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh gabungan mahasiswa HMI, IMM, dan mahasiswa UNIKS Kuansing dalam menentang undang – undang Omnibus Law pada 8 Oktober lalu, beredar potongan video yang diduga oknum polisi polres Kuansing di instastory salah satu akun instagram publik di Kuansing.
Dalam potongan video yang berdurasi sekitar 10 detik tersebut terlihat seorang pria yang diduga oknum polisi berteriak untuk membubarkan masa dengan emosi, pada akhir video pria yang terlihat sangat emosi tersebut sempat mengucapkan kata – kata yang kurang sopan yang memancing kemarahan dari beberapa mahasiswa.
Menanggapi hal tersebut , Titin yang merupakan salah satu mahasiswi HMI dari UNIKS peserta aksi pada Kamis lalu, menyatakan kekecewaannya terhadap potongan video yang dinilai menyudutkan pamannya yang sedang bertugas juga saat itu.
Titin menilai bahwa potongan video tersebut tidak menjelaskan kejadian sebenarnya dan akhirnya menimbulkan tuduhan kepada pamannya lewat berbagai pemberitaan. Dalam kesaksiannya titin menjelaskan.
“ Pada saat itu saya memang ikut aksi unjuk rasa ke kantor DPRD sebagai bentuk solidaritas kepada teman – teman buruh. Saya tidak memberitahukan orang tua saya untuk ikut unjuk rasa , yang sebenarnya sudah khawatir saya tertular corona dan factor keamanan,” Jelas.
Pada saat itu paman saya kebetulan berdinas jaga di sana melihat saya dan mengajak saya pulang karna diminta oleh Ibu, Bapak, dan kakak di rumah.
"Ketika kami sedang berbicara tiba – tiba salah seorang teman mahasiswa laki – laki peserta aksi datang dan menuduh pak onsu saya mengintervensi saya. Ia sempat menunjuk – nunjuk dan mengucapkan kata yang tidak pantas ke paman saya. Mungkin teman saya salah paham,”ungkap.
Titin menilai bahwa wajar sebagai orang tua, emosi dan mengeluarkan kata yang dinilai tidak pantas karna di provokasi juga oleh salah satu oknum mahasiswa yang mungkin salah sangka atau miss komunikasi.
Keterangan dari Titin sekaligus meluruskan pernyataan yang disampaikan oleh ketua IMM Kuansing di salah satu media online yang menilai bahwa kejadian tersebut sengaja di provokasi oleh oknum polisi.**
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









