Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
2 Langkah Luhut Usai Ditugaskan Jokowi Tangani Corona di 8 Provinsi
PELITARIAU, Jakarta - Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk Presiden Jokowi untuk menangani kasus Corona di 8 Provinsi.
Luhut mengatakan akan fokus pada dua hal ini.
“Pertama, memaksimalkan peran TNI dan Polri dalam membantu Gubernur. Saya ingin keduanya bersinergi bersama Gubernur menentukan titik-titik rawan di masing-masing daerah untuk dilakukan penegakan disiplin protokol kesehatan. Kedua, saya meminta kepada Pangdam dan Kapolda untuk mengecek akurasi setiap data di masing-masing kabupaten dan kota tentang variable jumlah kasus, jumlah angka kesembuhan, tingkat kematian,” kata Luhut, Selasa (15/9/2020).
Hal itu dipaparkan Luhut melalui akun instagram resminya @luhut.pandjaitan.
Luhut juga mengatakan siap menjalankan tugas yang diberikan oleh Jokowi.
Menurut Luhut setiap tugas merupakan tantangan yang harus diselesaikan secara komprehensif dan terintegrasi.
Setelah ditunjuk Jokowi, Luhut langsung berkoordinasi dengan Pemprov DKI, Jabar, Jateng, dan Jatim, serta empat provinsi lainya.
“Pesan yang disampaikan Presiden kepada kami adalah menurunkan jumlah kasus dalam waktu dua minggu,” ujar Luhut.
Luhut juga menelaah banyaknya kasus OTG yang berada di rumah sakit. Kondisi itu, kata dia, menghambat kesembuhan pasien yang bergejala berat.
Pria yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi ini juga melihat pentingnya sinkronisasi data antara Kemenkes dan Dinkes di sejumlah daerah. Sehingga ada ketepatan data lapangan terkait kasus Corona.
“Sehingga tidak ada manipulasi angka di lapangan,” paparnya.
Lebih lanjut, Luhut meminta seluruh Pemda tak sega mengambul kebijakan serta tindakan tegas dan keras untuk mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan.
Hal itu diperlukan semata-mata guna mencegah jumlah kasus COVID-19 yang terus melonjak.
“Untuk itu saya minta kepada masing-masing daerah agar mengkaji peraturan pembatasan sosial secara ketat, sehingga tidak ada kegiatan yang melibatkan keramaian dan melakukan pembubaran kerumunan pada jam waktu tertentu,” jelasnya.
“Saya tak henti-hentinya mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih disiplin dalam mencuci tangan, memakai masker, dan menjauhi kerumunan. Protokol kesehatan ini bukan lagi sebuah imbauan, melainkan sebuah kewajiban yang harus diterapkan selama beberapa bulan ke depan. Karena dengan mematuhi protokol kesehatan secara disiplin, bersatu untuk saling menjaga keselamatan satu sama lain, kita bisa membantu ibu pertiwi untuk pulih dari pandemi,” tambah Luhut. **prc4
sumber: detik.com
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.









