Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Mahasiswa Kukerata UNRI 2020 Dalam Promosikan Pesona Wisata Alam Air Terjun Titian Akar Bukit Kauman
PLITARIAU, Inhu - Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Riau yang cukup terkenal dengan adat istiadat seperti Pacu Jalur dan Sampan Hias (Perahu Baganduang-red). Selain itu, juga memiliki objek wisata yang dapat memikat para wisatawan seperti air terjun.
Banyak yang beranggapan baik masyarakat lokal maupun non-lokal bahwa Kabupaten Kuansing adalah rumah dari banyak air terjun di provinsi Riau. Tercatat ada 23 air terjun yang terdapat di Kabupaten Kuansing yang dilewati oleh Sungai Kuantan dan Sungai Singingi ini.
Berada di perbatasan Sumatera Barat dan Riau, tepatnya di Desa Bukit Kauman, Kecamatan Kuantan Mudik yang mana merupakan desa yang berada di kilometer awal dari Kabupaten Kuansing yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Barat.
Siapa sangka di desa ini terdapat pesona alam yang tak kalah menarik dari wisata alam lainnya, yaitu air terjun Titian Akar. Nama air terjun Titian Akar itu sendiri diambil dari salah satu bahasa setempat.
Menurut pengakuan tetuah di dusun Teraktak yang merupakan salah satu dusun di desa Bukit Kauman yaitu Bustamam (70) dengan gelar Tuak Patiah mengungkapkan dahulunya jauh di dalam hutan dari dusun Teratak terdapat sebuah sungai kecil yang dinamai sungai Teratak, diatas sungai tersebut tumbuhlah akar yang membentuk sebuah Titian, yang mana dijadikan sarana penyebrangan oleh masyarakat setempat pada zaman dahulu.
Akar tersebut terbentuk secara alami, masyarakat setempat manamai akar tersebut dengan akar “Jangek”. Akar tersebut memiliki lebar lebih kurang 30 cm dan masih terus bertumbuh. Di hilir Titian Akar terdapat sebuah air terjun sehingga dinamai sebagai Air Terjun Titian Akar”. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu keberadaan akar tersebut tidak lagi diketahui oleh masyarakat setempat.
Air terjun Titian Akar merupakan salah satu dari berbagai macam air terjun wisata alam yang tersembunyi di ujung Negeri. Air terjun ini memiliki 3 tingkatan dan memiliki pesona menarik, diantaranya memiliki tebing bebatuan yang mencolok dan menenangkan hati ketika memandang, ditambah lagi nuansa alam yang alami semakin menambah niat untuk ingin berlama-lama menikmati pesona alam.
Lanjutnya, serta memiliki Air yang berwarna hijau menambah keasrian dari alam tersebut yang terkesan belum tersentuh oleh peradaban masyarakat sekitar dan baru diperkenalkan oleh masyarakat sekitar melalui mahasiswa Kukerta Balek Kampung UNRI 2020, air nya yang segar sangat cocok untuk melepas penat sambil berendam.
Air terjun ini memiliki 3 tingkat dengan ketinggian berbeda-beda. Di bawahnya, ada kolam yang kerap digunakan wisatawan untuk bermain dan berenang.
Jika wisatawan ingin berkunjung ke tempat ini, wisatawan hanya perlu menempuh perjalanan 5 menit dari dusun Teratak, yang merupakan salah satu dusun di desa Bukit Kauman menggunakan sepeda motor.
akses yang sudah bisa dikatakan mudah untuk mengunjungi tempat wisata ini ditambah lagi dengan ramahnya tokoh masyarakat (pemuda) yang berdomisili di desa ini, yang mana bisa menjadi teman travelling yang baik ketika wisatawan ingin berkunjung dan untuk sekarang wisata alam tersebut belum di kenai biaya apabila wisatawan berkunjung.
Sementara itu ketua kelompok Mahasiswa Kukerta Balek Kampung UNRI 2020 Desa Kauman, Meza Mardita mengatakan memperkenalkan Air Terjun Titian Akar ini dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, seperti media masa, YouTube, dan Instagram. Sehingga Air Terjun Titian Akar ini lebih dikenal oleh masyarakat setempat maupun wisatawan asing.
Lanjutnya, Mahasiswa Kukerta Balek Kampung UNRI 2020 Desa Kauman beranggotakan 10 orang, diantaranya, Meza Mardita sebagai ketua kelompok, serta anggota, Fakhri Mubarak, Abil Muhammad Syaputra, Catur Indra Febryanto, Elsa Yulisra, Luci Manda Sari, Syucitra Oriza, R. Nadia Permata, Marvira Delvi, Susmita Marlina.
"Saya berharap semoga objek wisata Air Terjun Titian Akar ini bisa berkembang lagi dan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke sana," harap Meza Mardita. **Prc1/rls
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









