• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2381 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2747 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5303 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali

  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pekanbaru

Ekonomi Minus 5,32 Persen, Peluang RI Resesi Makin Terbuka

Bambang S

Rabu, 05 Agustus 2020 16:47:23 WIB
Cetak
Ekonomi Minus 5,32 Persen, Peluang RI Resesi Makin Terbuka
Ilustrasi

PELITARIAU, Jakarta - Beberapa lembaga riset ekonomi nasional memperkirakan Indonesia semakin berpeluang masuk ke jurang resesi atau mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

Hal ini tercermin dari realisasi pertumbuhan ekonomi Tanah Air yang terkontraksi 5,32 persen secara tahunan pada kuartal II 2020.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan peluang resesi semakin terbuka karena kontraksi ekonomi yang terjadi pada kuartal II 2020 lebih dalam dari dugaan pemerintah.

Lihat juga: Corona, Ekonomi RI Minus 5,32 Persen pada Kuartal II 2020

Semula Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi hanya terkontraksi minus 4,3 persen pada kuartal II, sehingga masih ada harapan positif ekonomi tumbuh positif 0,4 persen pada kuartal III.

Nyatanya, ekonomi jatuh sampai minus 5,32 persen pada kuartal II. Artinya, pemulihan ekonomi pada kuartal III akan lebih rendah dari proyeksi pemerintah. Apalagi, aktivitas ekonomi masih belum pulih secara penuh pada Juli yang merupakan bulan pertama dalam periode kuartal III.

"Sebenarnya hasil rilis tidak mengejutkan, CORE sendiri sudah memperkirakan rangenya minus 4 persen sampai minus 5 persen. Kuartal III iya, pasti resesi. Proyeksinya minus 2 persen," ujar Faisal kepada wartawan, Rabu (5/8).

Faisal mengatakan ada beberapa faktor utama yang membuat pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 terkontraksi cukup dalam. Pertama, aktivitas ekonomi yang benar-benar rendah dibandingkan kuartal I 2020.

Hal ini tercermin dari kontraksi pada konsumsi rumah tangga yang mencapai minus 2,96 persen. Padahal indikator ini merupakan penopang utama perekonomian Tanah Air.

Kedua, lambatnya implementasi berbagai program penanganan dampak pandemi virus corona atau covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tercatat, realisasi terakhir baru mencapai sekitar 20 persen dari pagu anggaran.

"Selama konsumsi masyarakat masih terus tertekan dan realisasi lambat, maka hasilnya akan tetap negatif pada kuartal berikutnya. Ini yang harus didobrak oleh komite ekonomi Pak Jokowi," katanya.

Atas dua masalah itu, Faisal menyarankan agar pemerintah segera fokus dan lebih serius dalam menjalankan berbagai kebijakan yang sudah dipetakan. Salah satu cara tambahan yang juga bisa dilakukan adalah memperluas program bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat dan stimulus kepada dunia usaha, khususnya UMKM yang merupakan penopang pertumbuhan.

Ia pun mendukung wacana pemberian bansos sebesar Rp600 ribu per bulan selama enam bulan kepada pekerja dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Sebab, suka tidak suka dampak tekanan ekonomi akibat pandemi corona memang semakin luas, tidak hanya ke kalangan miskin, namun kelas menengah.

"Lebih baik sekarang fokus pada stimulus demand, karena banyak kelas menengah yang juga terancam down grade. PHK juga harus dikurangi, pemerintah harus bisa menjaring kerja sama dengan dunia usaha," tuturnya.

Senada, Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad mengatakan resesi ekonomi memang tidak terhindari lagi. INDEF sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 akan negatif 1,7 persen, sehingga terkontraksi dua kuartal berturut-turut.

"Bahkan kalau dilihat resesi itu sudah ada karena pertumbuhan secara kuartal sudah negatif. Ini berarti menandakan bansos tidak ngefek, kurang nendang, dan masih kurang efektif untuk dijalani," ujarnya.

Dari sini, Tauhid mengatakan selain bebagai program harus lebih dipercepat realisasinya, pemerintah juga sudah saatnya lebih terbuka kepada publik. Menurutnya, pemerintah memang harus memberikan optimisme kepada masyarakat, dunia usaha, dan investor, namun harus tetap transparan agar mendapat kepercayaan dari publik.

Tauhid menyadari memang mau tidak mau pemerintah harus tetap berlaga optimis bahwa Indonesia tidak akan masuk jurang resesi demi menghindari dampak sosial dari pengumuman kondisi ekonomi yang tertekan. Sebab, ada kekhawatiran ini justru akan memunculkan masalah sosial dan politik.

"Tapi negara lain setidaknya sudah berani menyatakan kalau mereka akan negatif, akan resesi, ini bertujuan untuk membangun mitigasi bersama dari masyarakat dan dunia usahanya. Australia, Korea Selatan misalnya, dari jauh hari sudah menyatakan akan resesi," ucapnya.

"Jadi pemerintah pun harus tegas kalau kita masuk fase resesi, namun tetap mempersiapkan berbagai kebijakan yang bisa membangun kepercayaan dari masyarakat dan dunia usaha, serta benar-benar dilakukan kebijakannya," pungkasnya. **prc4

 


sumber: cnnindonesia



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi & Bisnis

Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita

Ahad, 07 Juni 2026 - 10:31:24 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.

Ekonomi & Bisnis

Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:12:28 WIB

PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.

Ekonomi & Bisnis

Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:17:14 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.

Ekonomi & Bisnis

Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan

Senin, 18 Mei 2026 - 17:22:32 WIB

PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.

Ekonomi & Bisnis

Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:31:06 WIB

PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.

Ekonomi & Bisnis

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:19:02 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.

Terkini

  • +INDEX
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
03 Juli 2026
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
02 Juli 2026
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
02 Juli 2026
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
02 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
02 Juli 2026
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 2 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 3 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
  • 4 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
  • 5 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 6 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 7 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved