Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Seorang Ayah Memeluk Anaknya yang Sudah Meninggal Setelah Diduga Ditolak Pihak Rumah Sakit
PELITARIAU, India - Seorang pria bernama Praemchand, menangis sambil memeluk anaknya di lantai Rumah Sakit Uttar Pradesh, India, Pada Minggu (28/6/2020).
Melansir dari Gulf News, Kamis (2/7/2020), diketahui, bocah itu diduga tidak mendapatkan perawatan dari rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.
Video yang berdurasi 6 detik itu kemudian beredar di berbagai platform media sosial di India.
Para pengguna media sosial menyebut sistem kesehatan di negara bagian itu telah ‘rusak’.
Video itu menunjukkan Anuj, bocah laki-laki berusia satu tahun meninggal dalam pelukan ayahnya setelah ditolak pihak rumah sakit pemerintah tempat mereka membawa anaknya itu.
Anuj meninggal karena demam setelah dia dibawa ke rumah sakit distrik di kota Kannauj pada Minggu malam, 28 Juni 2020.
“Gambaran yang sangat menyusahkan dari rumah sakit distrik di Kannauj malam lalu, di mana orang tua dari memeluk jasad anak lelakinya yang berusia satu sembari menangis.
Orang tua menuduh kelalaian dari dokter, hakim distrik telah membantah pada catatan yang ada.,” tulis keterangan video itu yang diunggah @Sayyedfaizi14
Dalam video lainnya yang diunggah @Sayyedfaizi14, terdengar Praemchand mengatakan bahwa tidak ada dokter yang merawat atau menangani anaknya itu.
Dalam klip itu, sang ayah mengatakan anak itu tidak memiliki gejala COVID-19 seperti yang dituduhkan.
“Tidak ada dokter yang merawatnya atau bahkan menyentuh anak saya meskipun kami berada disana selama sekitar 45 menit. Kami disuruh pergi ke Kanpur. Saya orang miskin, saya tidak punya uang. Apa yang bisa saya lakukan,” katanya terdengar di klip itu.
Kepala Kesehatan Kannauj, Dr Krishna Swaroop telah membantah tuduhan tersebut.
“Seorang penduduk Mishripur, Premchand, mengakui putranya Anuj ke rumah sakit. Seorang spesialis anak merawat anak itu. Tetapi anak itu meninggal setelah setengah jam perawatan.” Terangnya.
“Tuduhan yang sampaikan oleh Premchand adalah keliru yang mengatakan bahwa anak itu tidak dirawat dan dokter tidak menangani bocah itu, “katanya seperti dikutip.
Di tengah pandemi COVID-19, beberapa laporan dari India muncul tentang rumah sakit yang kewalahan.
Bahkan diisukan, rumah sakit menolak untuk merawat pasien, terutama jika diduga pasien tersebut mungkin menderita COVID-19. **prc4
sumber: nesiatimesPELITARIAU, India - Seorang pria bernama Praemchand, menangis sambil memeluk anaknya di lantai Rumah Sakit Uttar Pradesh, India, Pada Minggu (28/6/2020).
Melansir dari Gulf News, Kamis (2/7/2020), diketahui, bocah itu diduga tidak mendapatkan perawatan dari rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.
Video yang berdurasi 6 detik itu kemudian beredar di berbagai platform media sosial di India.
Para pengguna media sosial menyebut sistem kesehatan di negara bagian itu telah ‘rusak’.
Video itu menunjukkan Anuj, bocah laki-laki berusia satu tahun meninggal dalam pelukan ayahnya setelah ditolak pihak rumah sakit pemerintah tempat mereka membawa anaknya itu.
Anuj meninggal karena demam setelah dia dibawa ke rumah sakit distrik di kota Kannauj pada Minggu malam, 28 Juni 2020.
“Gambaran yang sangat menyusahkan dari rumah sakit distrik di Kannauj malam lalu, di mana orang tua dari memeluk jasad anak lelakinya yang berusia satu sembari menangis.
Orang tua menuduh kelalaian dari dokter, hakim distrik telah membantah pada catatan yang ada.,” tulis keterangan video itu yang diunggah @Sayyedfaizi14
Dalam video lainnya yang diunggah @Sayyedfaizi14, terdengar Praemchand mengatakan bahwa tidak ada dokter yang merawat atau menangani anaknya itu.
Dalam klip itu, sang ayah mengatakan anak itu tidak memiliki gejala COVID-19 seperti yang dituduhkan.
“Tidak ada dokter yang merawatnya atau bahkan menyentuh anak saya meskipun kami berada disana selama sekitar 45 menit. Kami disuruh pergi ke Kanpur. Saya orang miskin, saya tidak punya uang. Apa yang bisa saya lakukan,” katanya terdengar di klip itu.
Kepala Kesehatan Kannauj, Dr Krishna Swaroop telah membantah tuduhan tersebut.
“Seorang penduduk Mishripur, Premchand, mengakui putranya Anuj ke rumah sakit. Seorang spesialis anak merawat anak itu. Tetapi anak itu meninggal setelah setengah jam perawatan.” Terangnya.
“Tuduhan yang sampaikan oleh Premchand adalah keliru yang mengatakan bahwa anak itu tidak dirawat dan dokter tidak menangani bocah itu, “katanya seperti dikutip.
Di tengah pandemi COVID-19, beberapa laporan dari India muncul tentang rumah sakit yang kewalahan.
Bahkan diisukan, rumah sakit menolak untuk merawat pasien, terutama jika diduga pasien tersebut mungkin menderita COVID-19. **prc4
sumber: nesiatimesPELITARIAU, India - Seorang pria bernama Praemchand, menangis sambil memeluk anaknya di lantai Rumah Sakit Uttar Pradesh, India, Pada Minggu (28/6/2020).
Melansir dari Gulf News, Kamis (2/7/2020), diketahui, bocah itu diduga tidak mendapatkan perawatan dari rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.
Video yang berdurasi 6 detik itu kemudian beredar di berbagai platform media sosial di India.
Para pengguna media sosial menyebut sistem kesehatan di negara bagian itu telah ‘rusak’.
Video itu menunjukkan Anuj, bocah laki-laki berusia satu tahun meninggal dalam pelukan ayahnya setelah ditolak pihak rumah sakit pemerintah tempat mereka membawa anaknya itu.
Anuj meninggal karena demam setelah dia dibawa ke rumah sakit distrik di kota Kannauj pada Minggu malam, 28 Juni 2020.
“Gambaran yang sangat menyusahkan dari rumah sakit distrik di Kannauj malam lalu, di mana orang tua dari memeluk jasad anak lelakinya yang berusia satu sembari menangis.
Orang tua menuduh kelalaian dari dokter, hakim distrik telah membantah pada catatan yang ada.,” tulis keterangan video itu yang diunggah @Sayyedfaizi14
Dalam video lainnya yang diunggah @Sayyedfaizi14, terdengar Praemchand mengatakan bahwa tidak ada dokter yang merawat atau menangani anaknya itu.
Dalam klip itu, sang ayah mengatakan anak itu tidak memiliki gejala COVID-19 seperti yang dituduhkan.
“Tidak ada dokter yang merawatnya atau bahkan menyentuh anak saya meskipun kami berada disana selama sekitar 45 menit. Kami disuruh pergi ke Kanpur. Saya orang miskin, saya tidak punya uang. Apa yang bisa saya lakukan,” katanya terdengar di klip itu.
Kepala Kesehatan Kannauj, Dr Krishna Swaroop telah membantah tuduhan tersebut.
“Seorang penduduk Mishripur, Premchand, mengakui putranya Anuj ke rumah sakit. Seorang spesialis anak merawat anak itu. Tetapi anak itu meninggal setelah setengah jam perawatan.” Terangnya.
“Tuduhan yang sampaikan oleh Premchand adalah keliru yang mengatakan bahwa anak itu tidak dirawat dan dokter tidak menangani bocah itu, “katanya seperti dikutip.
Di tengah pandemi COVID-19, beberapa laporan dari India muncul tentang rumah sakit yang kewalahan.
Bahkan diisukan, rumah sakit menolak untuk merawat pasien, terutama jika diduga pasien tersebut mungkin menderita COVID-19. **prc4
sumber: nesiatimesPELITARIAU, India - Seorang pria bernama Praemchand, menangis sambil memeluk anaknya di lantai Rumah Sakit Uttar Pradesh, India, Pada Minggu (28/6/2020).
Melansir dari Gulf News, Kamis (2/7/2020), diketahui, bocah itu diduga tidak mendapatkan perawatan dari rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.
Video yang berdurasi 6 detik itu kemudian beredar di berbagai platform media sosial di India.
Para pengguna media sosial menyebut sistem kesehatan di negara bagian itu telah ‘rusak’.
Video itu menunjukkan Anuj, bocah laki-laki berusia satu tahun meninggal dalam pelukan ayahnya setelah ditolak pihak rumah sakit pemerintah tempat mereka membawa anaknya itu.
Anuj meninggal karena demam setelah dia dibawa ke rumah sakit distrik di kota Kannauj pada Minggu malam, 28 Juni 2020.
“Gambaran yang sangat menyusahkan dari rumah sakit distrik di Kannauj malam lalu, di mana orang tua dari memeluk jasad anak lelakinya yang berusia satu sembari menangis.
Orang tua menuduh kelalaian dari dokter, hakim distrik telah membantah pada catatan yang ada.,” tulis keterangan video itu yang diunggah @Sayyedfaizi14
Dalam video lainnya yang diunggah @Sayyedfaizi14, terdengar Praemchand mengatakan bahwa tidak ada dokter yang merawat atau menangani anaknya itu.
Dalam klip itu, sang ayah mengatakan anak itu tidak memiliki gejala COVID-19 seperti yang dituduhkan.
“Tidak ada dokter yang merawatnya atau bahkan menyentuh anak saya meskipun kami berada disana selama sekitar 45 menit. Kami disuruh pergi ke Kanpur. Saya orang miskin, saya tidak punya uang. Apa yang bisa saya lakukan,” katanya terdengar di klip itu.
Kepala Kesehatan Kannauj, Dr Krishna Swaroop telah membantah tuduhan tersebut.
“Seorang penduduk Mishripur, Premchand, mengakui putranya Anuj ke rumah sakit. Seorang spesialis anak merawat anak itu. Tetapi anak itu meninggal setelah setengah jam perawatan.” Terangnya.
“Tuduhan yang sampaikan oleh Premchand adalah keliru yang mengatakan bahwa anak itu tidak dirawat dan dokter tidak menangani bocah itu, “katanya seperti dikutip.
Di tengah pandemi COVID-19, beberapa laporan dari India muncul tentang rumah sakit yang kewalahan.
Bahkan diisukan, rumah sakit menolak untuk merawat pasien, terutama jika diduga pasien tersebut mungkin menderita COVID-19. **prc4
sumber: nesiatimes
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









