• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1113 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2409 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2772 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5331 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2443 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pekanbaru

Seorang Ayah Memeluk Anaknya yang Sudah Meninggal Setelah Diduga Ditolak Pihak Rumah Sakit

Bambang S

Ahad, 05 Juli 2020 22:39:56 WIB
Cetak
Seorang Ayah Memeluk Anaknya yang Sudah Meninggal Setelah Diduga Ditolak Pihak Rumah Sakit
Seorang pria bernama Praemchand, menangis sambil memeluk anaknya di lantai Rumah Sakit

PELITARIAU, India - Seorang pria bernama Praemchand, menangis sambil memeluk anaknya di lantai Rumah Sakit Uttar Pradesh, India, Pada Minggu (28/6/2020).

Melansir dari Gulf News, Kamis (2/7/2020), diketahui, bocah itu diduga tidak mendapatkan perawatan dari rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.


Video yang berdurasi 6 detik itu kemudian beredar di berbagai platform media sosial di India.


Para pengguna media sosial menyebut sistem kesehatan di negara bagian itu telah ‘rusak’.


Video itu menunjukkan Anuj, bocah laki-laki berusia satu tahun meninggal dalam pelukan ayahnya setelah ditolak pihak rumah sakit pemerintah tempat mereka membawa anaknya itu.


Anuj meninggal karena demam setelah dia dibawa ke rumah sakit distrik di kota Kannauj pada Minggu malam, 28 Juni 2020.


“Gambaran yang sangat menyusahkan dari rumah sakit distrik di Kannauj malam lalu, di mana orang tua dari memeluk jasad anak lelakinya yang berusia satu sembari menangis.


Orang tua menuduh kelalaian dari dokter, hakim distrik telah membantah pada catatan yang ada.,” tulis keterangan video itu yang diunggah @Sayyedfaizi14


Dalam video lainnya yang diunggah @Sayyedfaizi14, terdengar Praemchand mengatakan bahwa tidak ada dokter yang merawat atau menangani anaknya itu.


Dalam klip itu, sang ayah mengatakan anak itu tidak memiliki gejala COVID-19 seperti yang dituduhkan.


“Tidak ada dokter yang merawatnya atau bahkan menyentuh anak saya meskipun kami berada disana selama sekitar 45 menit. Kami disuruh pergi ke Kanpur. Saya orang miskin, saya tidak punya uang. Apa yang bisa saya lakukan,” katanya terdengar di klip itu.


Kepala Kesehatan Kannauj, Dr Krishna Swaroop telah membantah tuduhan tersebut.


“Seorang penduduk Mishripur, Premchand, mengakui putranya Anuj ke rumah sakit. Seorang spesialis anak merawat anak itu. Tetapi anak itu meninggal setelah setengah jam perawatan.” Terangnya.


“Tuduhan yang sampaikan oleh Premchand adalah keliru yang mengatakan bahwa anak itu tidak dirawat dan dokter tidak menangani bocah itu, “katanya seperti dikutip.


Di tengah pandemi COVID-19, beberapa laporan dari India muncul tentang rumah sakit yang kewalahan.


Bahkan diisukan, rumah sakit menolak untuk merawat pasien, terutama jika diduga pasien tersebut mungkin menderita COVID-19. **prc4

sumber: nesiatimesPELITARIAU, India - Seorang pria bernama Praemchand, menangis sambil memeluk anaknya di lantai Rumah Sakit Uttar Pradesh, India, Pada Minggu (28/6/2020).

Melansir dari Gulf News, Kamis (2/7/2020), diketahui, bocah itu diduga tidak mendapatkan perawatan dari rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.


Video yang berdurasi 6 detik itu kemudian beredar di berbagai platform media sosial di India.


Para pengguna media sosial menyebut sistem kesehatan di negara bagian itu telah ‘rusak’.


Video itu menunjukkan Anuj, bocah laki-laki berusia satu tahun meninggal dalam pelukan ayahnya setelah ditolak pihak rumah sakit pemerintah tempat mereka membawa anaknya itu.


Anuj meninggal karena demam setelah dia dibawa ke rumah sakit distrik di kota Kannauj pada Minggu malam, 28 Juni 2020.


“Gambaran yang sangat menyusahkan dari rumah sakit distrik di Kannauj malam lalu, di mana orang tua dari memeluk jasad anak lelakinya yang berusia satu sembari menangis.


Orang tua menuduh kelalaian dari dokter, hakim distrik telah membantah pada catatan yang ada.,” tulis keterangan video itu yang diunggah @Sayyedfaizi14


Dalam video lainnya yang diunggah @Sayyedfaizi14, terdengar Praemchand mengatakan bahwa tidak ada dokter yang merawat atau menangani anaknya itu.


Dalam klip itu, sang ayah mengatakan anak itu tidak memiliki gejala COVID-19 seperti yang dituduhkan.


“Tidak ada dokter yang merawatnya atau bahkan menyentuh anak saya meskipun kami berada disana selama sekitar 45 menit. Kami disuruh pergi ke Kanpur. Saya orang miskin, saya tidak punya uang. Apa yang bisa saya lakukan,” katanya terdengar di klip itu.


Kepala Kesehatan Kannauj, Dr Krishna Swaroop telah membantah tuduhan tersebut.


“Seorang penduduk Mishripur, Premchand, mengakui putranya Anuj ke rumah sakit. Seorang spesialis anak merawat anak itu. Tetapi anak itu meninggal setelah setengah jam perawatan.” Terangnya.


“Tuduhan yang sampaikan oleh Premchand adalah keliru yang mengatakan bahwa anak itu tidak dirawat dan dokter tidak menangani bocah itu, “katanya seperti dikutip.


Di tengah pandemi COVID-19, beberapa laporan dari India muncul tentang rumah sakit yang kewalahan.


Bahkan diisukan, rumah sakit menolak untuk merawat pasien, terutama jika diduga pasien tersebut mungkin menderita COVID-19. **prc4

sumber: nesiatimesPELITARIAU, India - Seorang pria bernama Praemchand, menangis sambil memeluk anaknya di lantai Rumah Sakit Uttar Pradesh, India, Pada Minggu (28/6/2020).

Melansir dari Gulf News, Kamis (2/7/2020), diketahui, bocah itu diduga tidak mendapatkan perawatan dari rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.


Video yang berdurasi 6 detik itu kemudian beredar di berbagai platform media sosial di India.


Para pengguna media sosial menyebut sistem kesehatan di negara bagian itu telah ‘rusak’.


Video itu menunjukkan Anuj, bocah laki-laki berusia satu tahun meninggal dalam pelukan ayahnya setelah ditolak pihak rumah sakit pemerintah tempat mereka membawa anaknya itu.


Anuj meninggal karena demam setelah dia dibawa ke rumah sakit distrik di kota Kannauj pada Minggu malam, 28 Juni 2020.


“Gambaran yang sangat menyusahkan dari rumah sakit distrik di Kannauj malam lalu, di mana orang tua dari memeluk jasad anak lelakinya yang berusia satu sembari menangis.


Orang tua menuduh kelalaian dari dokter, hakim distrik telah membantah pada catatan yang ada.,” tulis keterangan video itu yang diunggah @Sayyedfaizi14


Dalam video lainnya yang diunggah @Sayyedfaizi14, terdengar Praemchand mengatakan bahwa tidak ada dokter yang merawat atau menangani anaknya itu.


Dalam klip itu, sang ayah mengatakan anak itu tidak memiliki gejala COVID-19 seperti yang dituduhkan.


“Tidak ada dokter yang merawatnya atau bahkan menyentuh anak saya meskipun kami berada disana selama sekitar 45 menit. Kami disuruh pergi ke Kanpur. Saya orang miskin, saya tidak punya uang. Apa yang bisa saya lakukan,” katanya terdengar di klip itu.


Kepala Kesehatan Kannauj, Dr Krishna Swaroop telah membantah tuduhan tersebut.


“Seorang penduduk Mishripur, Premchand, mengakui putranya Anuj ke rumah sakit. Seorang spesialis anak merawat anak itu. Tetapi anak itu meninggal setelah setengah jam perawatan.” Terangnya.


“Tuduhan yang sampaikan oleh Premchand adalah keliru yang mengatakan bahwa anak itu tidak dirawat dan dokter tidak menangani bocah itu, “katanya seperti dikutip.


Di tengah pandemi COVID-19, beberapa laporan dari India muncul tentang rumah sakit yang kewalahan.


Bahkan diisukan, rumah sakit menolak untuk merawat pasien, terutama jika diduga pasien tersebut mungkin menderita COVID-19. **prc4

sumber: nesiatimesPELITARIAU, India - Seorang pria bernama Praemchand, menangis sambil memeluk anaknya di lantai Rumah Sakit Uttar Pradesh, India, Pada Minggu (28/6/2020).

Melansir dari Gulf News, Kamis (2/7/2020), diketahui, bocah itu diduga tidak mendapatkan perawatan dari rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.


Video yang berdurasi 6 detik itu kemudian beredar di berbagai platform media sosial di India.


Para pengguna media sosial menyebut sistem kesehatan di negara bagian itu telah ‘rusak’.


Video itu menunjukkan Anuj, bocah laki-laki berusia satu tahun meninggal dalam pelukan ayahnya setelah ditolak pihak rumah sakit pemerintah tempat mereka membawa anaknya itu.


Anuj meninggal karena demam setelah dia dibawa ke rumah sakit distrik di kota Kannauj pada Minggu malam, 28 Juni 2020.


“Gambaran yang sangat menyusahkan dari rumah sakit distrik di Kannauj malam lalu, di mana orang tua dari memeluk jasad anak lelakinya yang berusia satu sembari menangis.


Orang tua menuduh kelalaian dari dokter, hakim distrik telah membantah pada catatan yang ada.,” tulis keterangan video itu yang diunggah @Sayyedfaizi14


Dalam video lainnya yang diunggah @Sayyedfaizi14, terdengar Praemchand mengatakan bahwa tidak ada dokter yang merawat atau menangani anaknya itu.


Dalam klip itu, sang ayah mengatakan anak itu tidak memiliki gejala COVID-19 seperti yang dituduhkan.


“Tidak ada dokter yang merawatnya atau bahkan menyentuh anak saya meskipun kami berada disana selama sekitar 45 menit. Kami disuruh pergi ke Kanpur. Saya orang miskin, saya tidak punya uang. Apa yang bisa saya lakukan,” katanya terdengar di klip itu.


Kepala Kesehatan Kannauj, Dr Krishna Swaroop telah membantah tuduhan tersebut.


“Seorang penduduk Mishripur, Premchand, mengakui putranya Anuj ke rumah sakit. Seorang spesialis anak merawat anak itu. Tetapi anak itu meninggal setelah setengah jam perawatan.” Terangnya.


“Tuduhan yang sampaikan oleh Premchand adalah keliru yang mengatakan bahwa anak itu tidak dirawat dan dokter tidak menangani bocah itu, “katanya seperti dikutip.


Di tengah pandemi COVID-19, beberapa laporan dari India muncul tentang rumah sakit yang kewalahan.


Bahkan diisukan, rumah sakit menolak untuk merawat pasien, terutama jika diduga pasien tersebut mungkin menderita COVID-19. **prc4

sumber: nesiatimes



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:56:13 WIB

PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.

Nasional

Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 - 10:33:46 WIB

PELITARIAU,  Bogor -  Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.

Nasional

Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:18:41 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.

Nasional

Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:05:32 WIB

PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.

Nasional

Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:12:43 WIB

PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.

Nasional

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Ahad, 21 Juni 2026 - 20:46:07 WIB

PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.

Terkini

  • +INDEX
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
06 Juli 2026
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
06 Juli 2026
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
06 Juli 2026
Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini
06 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
06 Juli 2026
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
05 Juli 2026
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bongkar Jaringan Sabu, Dua Orang Diringkus
05 Juli 2026
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
05 Juli 2026
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
04 Juli 2026
Melihat Bhabinkamtibmas Polsek Batang Cenaku Rutin Dampingi Peternak Ikan
04 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
  • 2 Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
  • 3 Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
  • 4 Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
  • 5 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 6 Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
  • 7 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved