• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2381 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2748 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5303 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali

  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pekanbaru

Empat Varietas Lokal Ubi Kayu (Monihot Esculenta), Sebagai Sumberdaya Genetik yang Perlu Dilestarika

Bambang S

Jumat, 22 Mei 2020 22:10:02 WIB
Cetak
Empat Varietas Lokal Ubi Kayu (Monihot Esculenta), Sebagai Sumberdaya Genetik yang Perlu Dilestarika

PELITARIAU, Kepri - Singkong atau ubi kayu berasal dari Brazilia, Amerika Selatan yang menyebar ke Asia pada awal abad ke 17 dibawa oleh pedagang Spanyol dan Mexico ke Philipina.  Kemudian menyebar ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Ubi kayu merupakan makanan pokok di beberapa Negara di Afrika. Di samping sebagai bahan makanan, ubi kayu juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri untuk pakan ternak. Ubi kayu mengandung air sekitar 60% pati (25-35%) protein, mineral, serat, kalsium dan fosfat. Ubi kayu merupakan sumber energi yang lebih tinggi dibandingkan padi, jagung, ubi jalar dan sorghum. Ubi kayu mengandung HCN yang terdapat di dalam umbi dan daunnya. Untuk keperluan makanan dan pakan ternak digunakan ubi kayu yang kadar HCN rendah (kurang dari 50 ppm), sedangkan untuk bahan industri digunakan ubi kayu yang berkadar HCN tinggi (Hanarida et al., 2008, Komisi Nasional Plasma Nutfah, 2008).

Upaya pelestarian sumberdaya genetik tanaman lokal dan spesifik seperti ubi kayu perlu dilakukan agar kekayaan alam di masing-masing daerah terlindungi. Terkait dengan hal ini maka pada tahun 2019 BPTP Kepri bersama sama dengan Direktur Perbenihan Dirjen TP, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri dan Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Bintan serta BPSB Riau, melakukan identifikasi dan karakterisasi varietas lokal ubi kayu.

Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP., menjelaskan, serangkaian kegiatan identifikasi dan karakteristik varietas local ubi kayu tersebut dimulai dari pertemuan tim, pengumpulan materi genetik kemudian CPCL yang dilakukan pada bulan Oktober 2019 di Kampung Poyotomo Bintan Buyu Teluk Bintan Kabupaten Bintan, dengan tujuan untuk melindungi keberadaan SDG sekaligus pengembangan dalam skala yang lebih luas di Kepulauan Riau.

Peneliti BPTP Kepri, dr. Salfina Nurdin A. MP., menuturkan, ubi kayu di Kepulauan Riau khususnya di Kabupaten Bintan digunakan sebagai bahan industri pangan rumah tangga: keripik singkong dan bolu dan pangan kue lainnya.  Populasi ubi kayu cukup luas di Kabupaten Bintan sekitar 200 ha. Pada tahun 2019, BPTP Kepri bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan bersama -sama melakukan eksplorasi sumberdaya genetik ubikayu lokal yang berada di Kabupaten Bintan, Hal ini dalam rangka untuk mengidentifkasi dan mengkarakterisasi SDG ubi kayu sebagai pelestarian plasma nutfah yang ada di Kabupaten Bintan.

“Berdasarkan hasil eksplorasi dan identifikasi bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Propinsi Kepulauan Riau, terdapat beberapa varietas unggul lokal yang  sedang dikembangkan, antara lain varietas Monggo Bintani, Jantung Bintani, Sapat  Hitam Gemilang dan Sappat Putih Gemilang. Pertanaman ubikayu ini dikembangkan oleh Kelompok Tani Sido Makmur, Subur Makmur dan Maju Berkah, Desa Gunung Kijang, kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan sekitar 50 ha. Berdasarkan perkembangan pertanaman tersebut, diperkirakan akan panen ubi kayu tersebut pada bulan Agustus 2020,” kata Salfina.

Guna menjamin ketersediaan bibit ubi kayu unggul tersebut dengan jumlah produksi yang besar, maka perlu diadakan bibit unggul bersertifikat melalui proses pemberian sertifikasi atas cara perbanyakan, produksi dan penyaluran benih sesuai atas dengan peraturan yang telah ditetapkan. Keunggulan dari setiap varietas mempunyai produksi yang tinggi bisa mencapai  20 kg dalam satu pohonnya.
“Terkait dengan ketersediaan bibit yang unggul ubi kayu lokal Kepri, maka perlunya pengembangan bibit dengan mitra melalui peningkatan kerjasama dengan Direktorat Benih Dirjen TP Kementan, DKPPKH Prov Kepri dan petani penangkar setempat,“ pungkas  Sugeng.

Empat varietas tersebut mempunyai keunggulan masing-masing sebagai bahan industri pangan yang berbeda, seperti  jenis sapat hitam bintani digunakan sebagai bahan untuk kue bolu dan sapat putih gemilang digunakan sebagai keripik singkong. **prc4

sumber: elitnews



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi & Bisnis

Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita

Ahad, 07 Juni 2026 - 10:31:24 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.

Ekonomi & Bisnis

Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:12:28 WIB

PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.

Ekonomi & Bisnis

Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:17:14 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.

Ekonomi & Bisnis

Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan

Senin, 18 Mei 2026 - 17:22:32 WIB

PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.

Ekonomi & Bisnis

Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:31:06 WIB

PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.

Ekonomi & Bisnis

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:19:02 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.

Terkini

  • +INDEX
Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
03 Juli 2026
Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
03 Juli 2026
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
03 Juli 2026
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
02 Juli 2026
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
02 Juli 2026
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
02 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
02 Juli 2026
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 2 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 3 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
  • 4 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
  • 5 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 6 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 7 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved