Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sekolah Mulai Juli, Siswa dan Guru Disarankan Tes Corona
PELITARIAU, Jakarta - Pengamat pendidikan dari Universitas Yarsi, Fasli Jalal menyarankan seluruh siswa dan tenaga pendidik melakukan pemeriksaan virus corona (Covid-19) secara berkala jika kegiatan belajar mengajar dilakukan kembali di sekolah. Diketahui, Kemendikbud berencana membuka sekolah kembali pada Juli mendatang.
"Sebagian besar siswa kita, dosen, tenaga pendidikan harus dites dan jangan sampai ada masalah biaya di sana [pemeriksaan]," ujarnya melalui konferensi video, Jumat (15/5).
Dari pemeriksaan tersebut, satuan pendidikan bisa mengetahui jika ada siswa atau pendidik yang terpapar virus selama berkegiatan di sekolah. Hal ini menurutnya penting, mengingat rentang usia siswa yang masih muda membuat mereka menjadi pembawa virus paling efektif.
"Justru karena dia muda punya daya tahan, dia bisa terinfeksi tanpa diketahui tanpa gejala, dan celakanya setelah masa inkubasi menularkan orang-orang di rumahnya," Fasli yang merupakan mantan wakil menteri pendidikan.
Selain itu ia menilai pemerintah juga perlu mempertimbangkan jumlah kasus baru dalam rentang waktu tertentu sebelum membuka kembali kegiatan di sekolah. Fasli berkaca dari negara lain yang mana aktivitas sosial termasuk sekolah baru diputuskan setelah kasus konsisten menurun selama dua pekan.
Setelah kasus menurun signifikan, lanjutnya, pemerintah juga perlu membuat standar operasional prosedur (SOP) atau protokol kesehatan yang ketat.
Ia menilai pandemi mengharuskan semua pihak terbiasa dengan the new normal atau kebiasaan baru, termasuk di ranah pendidikan. Fasli berpendapat pemerintah harus memberikan bimbingan dan pelatihan kepada guru. Ini untuk memastikan pendidikan di tengah pandemi berjalan baik.
"Guru kita selama ini disuapi berpuluh tahun. Akibatnya kreativitas menurun. Bukan karena keinginan tapi sistem yang buat dia enggak kreatif. Sekarang merdeka belajar ada peluang baru. Tapi gimana cara pindah dari yang lama ke baru," tuturnya.
Sebelumnya Kemendikbud berencana mengembalikan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Juli 2020. Rencananya, itu akan diterapkan untuk sekolah di daerah yang sudah dinyatakan aman dari corona.
Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Haris mengatakan pihaknya masih memetakan teknis pembelajaran di tengah corona.
Menanggapi rencana itu, pihak pun mengaku khawatir. Hal ini karena situasi pandemi dinilai belum aman bagi siswa dan pendidik.
Para guru berharap protokol kesehatan seperti menjaga jarak harus benar-benar dilakukan, misalnya dengan menerapkan sistem sif atau pembagian jadwal masuk siswa. **prc4
sumber: cnnindonesia
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.









