• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2381 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2748 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5303 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali

  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pekanbaru

Ekonomi Kuartal I 2020 Tersungkur, Indonesia Terancam Resesi?

Bambang S

Senin, 11 Mei 2020 11:37:30 WIB
Cetak
Ekonomi Kuartal I 2020 Tersungkur, Indonesia Terancam Resesi?

PELITARIAU Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal I (Q1) 2020 hanya mencapai 2,97 persen. Nilai itu mendarat jauh dari target kuartal I yang diharapkan pemerintah mencapai kisaran 4,5-4,6 persen.

Itu saja masih dengan catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 bisa menyentuh 2,3 persen. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani lantas menyoroti tren penurunan konsumsi yang memburuk di kisaran 2,84 persen, padahal biasanya masih tumbuh di kisaran 5 persen. 

Kontribusi konsumsi pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencakup hampir 57 persen setara Rp9.000 triliun. 

Menurut Sri Mulyani porsi Jakarta dan Pulau Jawa sendiri berkontribusi 55 persen dari PDB Indonesia. Jika 10 persen PDB konsumsi turun, maka dampaknya akan terasa. 

Sri Mulyani menyalahkan penerapan work from home (WFH) dan physical distancing selama pandemi COVID-19 menjadi penyebabnya. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi penyebaran Corona dengan konsekuensi aktivitas di luar rumah sejak pekan kedua Maret 2020 berkurang drastis.

Ia pun tak memungkiri kuartal berikutnya akan lebih buruk lagi karena adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

“[Pertumbuhan] Q2/2020 kami prediksi akan lebih buruk. Seperti kita lihat Q2 mulai April-Mei 2020 PSBB sudah lebih massif ke berbagai daerah,” ucap Sri Mulyani dalam telenconference bersama wartawan, Jumat (8/5/2020).

Meski demikian, Sri Mulyani belum berkeinginan mengubah target pemerintah untuk mengejar pertumbuhan 2,3 persen di akhir tahun.

Ia menyatakan bansos menjadi salah satu strategi pemerintah mengantisipasi hal ini. Terutama melakukan ekspansi sehingga bansos harus bisa mencakup 60 persen masyarakat Indonesia yang terdampak. 

Ia bilang bansos senilai Rp65 triliun hingga Rp110 triliun memang tidak bisa mensubtitusi semua penurunan, tetapi paling tidak bisa meminimalisirnya.

Namun, diakui Sri Mulyani penanganan COVID-19 menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah mengupayakan pertumbuhan ekonomi kembali naik. 

Kalau situasi semakin meningkat, kita harus terima dampak ekonomi dan konsumsi, maka bansos harus diperluas dan efektif,” ucap Sri Mulyani. 

Kepala Center of Macroeconomics and Finance Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman menilai dampak pada pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak sebesar itu. Pasalnya pengurangan aktivitas ekonomi baru terjadi pertengahan Maret 2020.

PSBB sendiri saja baru dimulai paling cepat 10 April 2020 di DKI Jakarta. Ia lantas menduga ada persoalan lain yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama menjadi terpuruk.

“Artinya pondasi dan bantalan ekonomi kita sangat riskan [rapuh] sehingga saya melihat ke depan jangka pendek ini cukup riskan,” ucap Rizal dalam siaran live di akun Youtube Indef, Rabu (6/5/2020). 

Dari hasil simulasinya, Rizal mengatakan pertumbuhan ekonomi selanjutnya jelas akan memburuk dengan memperhitungkan capaian pada kuartal 1/2020.

Pada kuartal 2/2020, ia memprediksi pertumbuhan akan mengalami kontraksi 0,15 persen dengan kondisi sangat berat dan minus 0,69 persen pada kondisi sangat berat sekali.

Sejalan dengan Sri Mulyani ia juga yakin konsumsi rumah tangga akan terus turun. Prediksinya, kurtal 2/2020 konsumsi rumah tangga bisa menyentuh minus 1,54 persen bahkan minus 2,08 persen jika sangat berat sekali.

Menurut Rizal guna mempertahankan daya beli, pemerintah tetap perlu memperhatikan tren pengangguran dan PHK agar tak sampai meningkat dan praktis memukul pendapatan masyarakat.

Namun sayangnya ia malah mendapati secara sektoral industri kurang menyerap investasi. Hal itu terlihat dari anjloknya investasi dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang hanya mentok di angka 1,7 persen melambat dari kuartal 1/2019 yang masih 5,03 persen.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pada 23 Maret 2020 lalu justru mengklaim investasi kuartal 1/2020 masih tumbuh 5 persen. Padahal di sisi lain aktivitas industri tampaknya terus menurun. Pada kuartal 1/2020 ekspor sudah anjlok di angka 0,24 persen dan bisa melambat lagi sampai kontraksi 5,75 persen dan 8,87 persen.

Impor pada kuartal 1/2020 sudah terkontraksi 2,19 persen dan kontraksi berpotensi semakin dalam di kisaran 7,9 persen dan 10,71 persen.

“Kebijakan insentif stimulus fiskal harusnya tidak hanya mempertahankan konsumsi. Setidaknya investasi juga harusnya bisa bergerak,” ucap Rizal.

Indonesia Bisa Resesi? 

Senior Economist Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menilai nasib pertumbuhan ekonomi ke depannya bakal banyak bergantung pada penanganan COVID-19. 

Persisnya seberapa lekas pemerintah bisa menekan penyebaran COVID-19, sehingga PSBB bisa segera dilonggarkan. Ia memprediksi pada kuartal 2/2020 pertumbuhan ekonomi bakal menyentuh kontraksi minus 0,3 persen. 

Penyebabnya adanya PSBB secara meluas di periode ini dan capaian kuartal 1 yang jauh lebih rendah dari perkiraan banyak orang.

Bahkan, menurut Ahmad, perlambatan pada kuartal 1 ini berpotensi berlanjut di  kuartal 2. Ia bilang pada kuartal 3 Indonesia masih bisa tumbuh positif di angka 1,2 persen tapi itu dengan syarat angka kasus COVID-19 sudah menurun dan PSBB sudah dilonggarkan.

Kalau PSBB baru dilonggarkan September 2020 dan Q3 masih ada PSBB bisa jadi kita menuju resesi. Definisi resesi itu dua triwulan (Q2 dan Q3) berturut-turut ekonomi kita kontraksi. Tapi mudah-mudahan tidak,” ucap Ahmad dalam siaran live di akun Youtube Samuel Sekuritas, Rabu (6/5/2020). 

Sejalan dengan itu, Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri pernah menyatakan Indonesia harus berbenah dalam penanganan COVID-19. 

Menurut Faisal, dengan tren penanganan COVID-19 yang terkesan bertele-tele, sulit jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan 2 persen di akhir tahun 2020. 

Ia mengkritik jumlah tes COVID-19 per 24 April 2020 lalu masih di kisaran 56 ribu penduduk setara 214 per 1 juta penduduk. Belum lagi dari penanganan COVID-19, antar lembaga malah berjalan sendiri lengkap dengan pernyataan-pernyataan yang membuat masyarakat bingung.

Dengan kondisi saat ini lengkap dengan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah, menurut Faisal minimal pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 0,5 persen dan masih bisa memburuk menjadi minus 0,4 persen alias pertumbuhan satu tahun penuh terkontraksi.

Pada 2021 saja Indonesia ia perkirakan baru bisa kembali ke 4,9 persen dan perlahan menyentuh 5 persen hingga 5,2 persen pada 2023-2024.

“Kita sudah kecolongan banyak misal Iran, active cases-nya turun kita masih naik entah sampai kapan. Dua persen itu prestasi luar biasa. Jangan diharapkan ekonomi tumbuh di situasi seperti ini,” ucap Faisal dalam diskusi online bertajuk Ongkos Ekonomi Hadapi Krisis COVID 19, Jumat (24/4/2020). **prc4

sumber: berazam



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi & Bisnis

Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita

Ahad, 07 Juni 2026 - 10:31:24 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.

Ekonomi & Bisnis

Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:12:28 WIB

PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.

Ekonomi & Bisnis

Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:17:14 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.

Ekonomi & Bisnis

Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan

Senin, 18 Mei 2026 - 17:22:32 WIB

PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.

Ekonomi & Bisnis

Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:31:06 WIB

PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.

Ekonomi & Bisnis

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:19:02 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.

Terkini

  • +INDEX
Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
03 Juli 2026
Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
03 Juli 2026
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
03 Juli 2026
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
02 Juli 2026
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
02 Juli 2026
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
02 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
02 Juli 2026
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 2 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 3 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
  • 4 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
  • 5 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 6 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 7 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved