Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pemko Tertutup Soal Anggaran Bansos Covid-19, Ida: Berhentilah Bersandiwara!
PELITARIAU, Pekanbaru - Eksekutif dan legislatif yang seharusnya menjadi tandem serasi dalam menjalankan roda pemerintahan, justru menampakkan ketidakharmonisan.
Inilah yang terjadi di Kota Pekanbaru, disaat wabah Pademi Covid-19 belum tuntas penanganannya dua lembaga negara ini justru saling bersitegang.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar, Ida Yulita Susanti menyampaikan kekesalannya terhadap sikap Pemko Pekanbaru yang tidak transparan soal anggaran. Khususnya anggaran Bantuan Sosial (Bansos) penanganan Covid-19.
Dengan lantang Ida mempertanyakan ketika kebijakan Pembangunan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMBRW) muncul di Perwako PSBB Nomor 74 hingga dalam setiap rapat dengan Pemko. Namun seringkali Ia mendapatkan cibiran dan suara nyinyir dari pihak-pihak yang kurang berkenan atas keberaniannya menyuarakan aspirasi masyarakat.
"Salah satu fungsi dewan itu masalah anggaran. Tapi kenapa ketika kita tanya soal itu mereka malah menuding kita mendiskreditkan? Ini sangat lucu menurut saya," kata Ida kepada berazam.com, Selasa (5/5/2020).
Sebagai wakil rakyat, Ida mengaku sangat bertanggungjawab menyampaikan aspirasi masyarakat. Banyak kritikan dan masukan yang Ia terima saat turun ke tengah masyarakat.
"Ketika kita memberikan masukan dan kritikan yang konstruktif kepada pemerintah, kita dipatahkan dan dianggap bodoh. Mereka tidak tau kalau memberikan nasehat kepada pemimpin untuk kemaslahatan umat termasuk amalan yang mulia bahkan masuk kategori jihad fisabilillah," tukasnya.
Ida yang dikenal kritis dilingkungan dewan ini menyesalkan banyaknya kebijakan tidak populis yang dibuat Pemko. Salah satunya, belum lagi selesai masalah pembagian bansos Covid-19, Pemko malah ngotot minta segera disahkan RPJMD 2017 - 2022.
"Itu oke saja. Tapi ketika kita bicara lantang dengan fakta dan data untuk membuka tabir anggaran, mereka tak memberikan. Bayangkan saja, berapa besar anggaran Bansos Covid-19 yang diterima dan yang dikeluarkan, kami sebagai dewan tak diberi tau. Pak Wali, kami ini diamanahkan rakyat untuk memperjuangkan nasib mereka. Disaat masyarakat kami Kelaparan wajar kami mempertanyakan besarnya anggaran itu," katanya dengan nada geram.
Kebijakan yang dibuat hendaknya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Kita mendukung diberlakukannya PSBB, tapi ingat rakyat tak boleh kelaparan. Jadi, berhentilah bersandiwara, fokuslah bagaimana rakyat tidak sengsara. Mari kita bersama membangun daerah ini dengan tidak mengedepankan kepentingan pribadi, golongan dan kelompok," pungkas Ida. **prc4
sumber: berazam
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.









