• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2381 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2748 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5303 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali

  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pekanbaru

Soal Bantuan Rp300 Ribu Per KK, Pemprov Riau Harus Selektif

Bambang S

Ahad, 12 April 2020 21:27:45 WIB
Cetak
Soal Bantuan Rp300 Ribu Per KK, Pemprov Riau Harus Selektif
Edyanus Herman Halim

PELITARIAU, Pekanbaru - Pemerhati Ekonomi Riau, Edyanus Herman Halim mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk selektif dalam memberikan bantuan sebesar Rp300 per Kepala Keluarga (KK) untuk masyarakat terdampak virus Corona (Covid-19). Hal itu dimaksud agar bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

"Bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 tetap harus memilih masyarakat sasarannya. Orang kaya atau kelas menengah ke atas nggak perlu dibantu. Mereka justru seharusnya membantu," kata Edyanus seperti di langsir CAKAPLAH.com, Minggu (12/4/2020).


Karena itu, dia menyarankan Pemprov Riau harus menentukan kriterianya agar bantuan tepat sasaran dan adil dari aspek ekonomi, seperti masyarakat miskin, pengelola usaha, rakyat yang tidak lagi dapat berusaha atau usahanya terpaksa berhenti karena wabah ini dan karena adanya kebijakan PSBB.


"Mereka-mereka yang sudah mendapat bantuan melalui mekanisme pemerintah pusat tidak perlu dimasukkan, seperti korban PHK yang sudah mendapat bantuan Rp600 ribu dari pemerintah pusat," ujarnya.


Dengan begitu menurutnya, jumlah yang bakal dibantu Pemprov Riau jadinya relatif kecil sehingga nilai bantuan bisa ditingkatkan.


"Bantuan Rp300 ribu perbulan per kepala keluarga itu kurang layak karena hanya 10 ribu per hari. Walaupun sifatnya menambah tetapi sepertinya kurang koordinasi dan terkesan seperti pencitraan belaka," katanya.


"Kita khawatir bantuan seperti ini hanya akan seperti mencampakkan batu ke lubuk. Tidak mencapai sasaran yang sesungguhnya. Bantuan ini kan agar PSBB bisa terlaksana dengan baik dan hasilnya memuaskan," sambungnya.


Namun, lanjut Edyanus, jika masyarakat masih berkeliaran untuk mencari makan, maka program PSBB tidak akan sukses mengendalikan atau memutus rantai penularan wabah Covid-19.


Untuk itu, koordinasi dan sinergi antar level pemerintah dan termasuk swasta sangat penting agar PSBB ini terlaksana dengan baik dan memperoleh hasil yang diharapkan.


"Nampaknya kebijakan ini masih belum terkoordinir dengan baik. Masih menunggu kabupaten/kota. Sebaiknya benar-benar dilakukan secara sinergi, sehingga efektif dan efisien. Prinsipnya bukan bagi-bagi bentuk sumbangan, tetapi bagi-bagi target sasaran. Artinya bukan berarti pemprov bantu uang, pemkab bantu sembako, tapi hasilnya sebab tidak mencukupi," sarannya.


"Kordinasikanlah bersama sehingga semua bisa tertangani dengan baik. Provinsi memberi untuk sekian KK di kabupaten/kota yang dibagi secara proporsional, dan kabupaten/kota bantu berapa serta swasta menengah ke atas, termasuk masyarakat berkemampuan bantu berapa. Ini lebih memungkinkan. Kegotongroyongannya akan lebih jelas. Manfaatnya jelas dan akan lebih tepat sasaran," tambahnya.


Lebih lanjut Edyanus menyarankan, agar pemerintah mengalokasikan dan yang cukup dengan pergeseran anggaran. Sebab tidak akan mungkin lagi pemerintah melaksanakan program infrastruktur tahun 2020 ini.


"Apalagi yang besar-besar. Waktu tidak akan mencukupi. Tunda saja atau tiadakan saja itu. Gunakan uangnya untuk membantu rakyat yang lagi terserang wabah Covid-19 dan dampak-dampaknya. Sekali lagi jangan sampai arang habis besi binasa. Sesal kemudian tak berguna," ungkapnya mengingatkan.


Karenanya, Edyanus berharap pimpinan daerah di kabupaten/kota juga harus menyadari semua ini secara seksama.


"Bulatkan tekad untuk menyelamatkan nyawa rakyat, baik karena faktor kesehatannya maupun karena faktor ekonomi yang terhenti akibat wabah tersebut. Jangan sungkan-sungkan lagi membantu rakyat," harapnya.


Edyanus mencontohkan, seandainya pemerintah bantu Rp1 juta per KK per bulan selama 3 bulan, maka perlu dana Rp3 juta per KK.


"Jika jumlah KK yang kita bantu sebanyak 1 juta KK, maka kita perlu uang untuk bantuan ini sebanyak Rp3 triliun. Kan jumlah APBD provinsi dan kabupaten/kota se-Riau sekitar Rp33 triliun. Katakanlah separuhnya (50 persen) digunakan untuk belanja rutin maka masih tersisa belanja pembangunan sebesar Rp16,5 triliun," terangnya.


"Jadi jika tadi kita butuh anggaran hanya Rp3 triliun, maka masih tersisa Rp16,5 triliun dikurang Rp3 triliun maka sama dengan Rp13,3 triliun. Masih besar yang tersisa, itupun belum tentu dapat kita kerjakan karena kita tidak tahu kapan bencana Covid-19 ini akan berakhir," paparnya.


Sebab menurutnya, tidak akan ada gunanya PSBB kalau masyarakat tidak bisa dicegah untuk berkeliaran. "Mereka akan bisa di rumah, walaupun tidak betah, bila mereka tidak khawatir akan kampung tengah (perut) mereka tidak ngamuk. Semoga kita bisa membuat program yang benar-benar optimal dan efektif dalam menangani bencana ini," harapnya lagi.


"Jika pun dapat dihentikan penyebaran Covid-19 ini, periode recovery kehidupan masyarakat setelah itu juga sangat membutuhkan kibijakan-kebijakan yang baik dari pemerintah. Sangat diperlukan sinergi dan muatan program yang optimal dan tepat sasaran serta efisien," cakapnya. **prc4



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi & Bisnis

Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita

Ahad, 07 Juni 2026 - 10:31:24 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.

Ekonomi & Bisnis

Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:12:28 WIB

PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.

Ekonomi & Bisnis

Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:17:14 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.

Ekonomi & Bisnis

Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan

Senin, 18 Mei 2026 - 17:22:32 WIB

PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.

Ekonomi & Bisnis

Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:31:06 WIB

PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.

Ekonomi & Bisnis

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:19:02 WIB

PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.

Terkini

  • +INDEX
Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda
03 Juli 2026
Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
03 Juli 2026
Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
03 Juli 2026
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
03 Juli 2026
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
02 Juli 2026
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
02 Juli 2026
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
02 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
02 Juli 2026
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 2 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 3 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
  • 4 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
  • 5 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 6 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 7 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved