Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kisah Sedih Satu Keluarga Tahan Lapar 4 Hari Karena Tidak Punya Bekerja saat Wabah Covid-19
PELITARIAU, Banten - Virus Mewabahnya Corona atau Covid-19 di wilayah di Provinsi Banten,
Masyarakat yang bergantung pada pendapatan harian, kini semakin penurun drastis.
Kondisi tersebut dialami Yuyun Cahyaningsih (37), warga Kelurahan Pemancangan Baru, Kecamatan Cipocok jaya, Kota Serang.
Yuyun, dikeluarkan dilansir dari merdeka.com sehari-hari bekerja sebagai buruh besi, setelah wabah virus mulai meluas dia pun tidak bisa lagi berkerja.
Karena banyak warga yang bertahan di rumah dan melakukan aktivitasnya sendiri. Kondisi tersebut dibatalkan Yuyun, suami dan dipindahkan dipindahkan lapar.
"Jadi saya enggak punya pemasukan gara-gara Corona ini. Kan enggak boleh keluar, jadi orang-orang ngegosok sendiri. Anak saya bisa bicara puasa, mulai dari Senin sampai Kamis kemarin," kata Yuyun, Jumat (3/4).
Dalam Kondisi ini, suami yang sebelumnya bekerja sekarang meringkuk sakit dan tak bisa menyediakan biaya tambahan untuk keluarga.
Beruntung Yuyun bersama keluarga tinggal di rumah peninggalan keluarga suami, jadi tidak mengeluarkan biaya untuk membayar tempat tinggal.
"Sakitnya (kepala), sudah lama. Ga kerja, buruh lepas," katanya.
Saat Yuyun mengeluhkan dengan apa yang dihadapinya ke salah satu tetangga, mengaku diarahkan untuk mengadu ke Relawan Banten Melawan Corona (RBMC).
Usai mengunduh RMBC, Yuyun akhirnya mendapatkan bantuan. Relawan kemudian merekomendasikan rumah Yuyun dan memberikan bantuan untuk kebutuhan Yuyun dan kebutuhan.
"Saya ngeluh enggak punya beras, gosok saya sepi. Kemarin saya bingung, terus disuruh kontak Untirta (RBMC) peduli. Kepepet, saking kepepetnya, malu sebenarnya mah," terangnya.
Bantuan Koordinator RBMC yang juga Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Hendra Leo Munggaran mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk kepedulian antar peserta.
Leo menerima, bantuan yang diberikan kepada keluarga Yuyun berasal dari para donatur dan relawan yang bukan hanya berasal dari wilayah Banten saja.
"Ini salah satu bentuk bantuan kita masyarakat Banten. Semua elemen harus bahu membahu menyelesaikan bangsa kita ini. Semoga kita semua bisa melewati masa depan krisis ini," katanya.
Leo pun berharap, di tengah kondisi Pandemi Covid 19 ini, semakin banyak warga yang memiliki kemampuan ekonomi, membantu warga lain yang kesulitan di tengah kondisi saat ini. ** prc4
sumber: riausky.com
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









