Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Harga Cabai di Inhil Mahal
PELITARIAU, Tembilahan – Semenjak naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, satu persatu harga kebutuhan pokok masyarakat memang semakin melonjak, terutama komoditi pangan jenis Cabai, sehingga kondisi demikian membuat mayarakat kian kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Sekarang ini kita tidak tahu lagi harus berbuat apa, dengan kondisi harga kebutuhan pokok yang semakin tidak terkendali, sedangkan harga hasil pertanian yang ada di daerah ini seperti kelapa yang diharapkan, pada saat ini benar-benar tidak dapat membantu cepatnya perputaran ekonomi, saat ini harga Cabai sudah Rp 100 ribu perkilogram, “ ungkap Dara seorang pedagang makanan di Tembilahan.
Seperti sering diberitakan bahwa banyak komoditi pangan yang saat ini harganya betul-betul mencekik masyarakat yang penghasilannya justru tidak ada kenaikan, baik dari sektor pertanian dan perkebunan rakyat maupun nelayan.
Kondisi itu diperparah lagi lambatnya perjalanan APBD Inhil yang merupakan salah satu pemicu percepatan perputaran ekonomi daerah, dimana saat ini sebagian besar pekerjaan pembangunan yang direncakan pemerintah yang notabenenya akan melibatkan tenaga masyarakat terllihat sanngat minim realisasinya.
Eka, seorang pemilik warung makanan juga menyampaikan keluhannya akan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa usahanya semakin tidak menghasilkan keuntungan dengan peningkatan harga kebutuhan pokok.
“Kita mau jual berapa lagi makanan ini, mulai harga Cabai yang mecapai Rp 100 ribu perkilogram, disusul bawang merah bahkan sayuran untuk bahan makanan yang saya jual saat ini harga jauh melonjak, sementara para pembeli kita semakin sedikit, “ keluhnya.
Sementara itu, Sul yang sehari-harinya berdagang sayur mayur serta kebutuhan pokok lainnya di Pasar Terapung Tembilahan juga menyampaikan kondisi serupa, dimana jual beli barang dagangannya semakin hari semakin berkurang, karena tingginya harga.
“Dengan harga sembako seperti sekarang ini, para pembeli terlihat berpikir dua kali untuk berbelanja, mereka terlihat betul-betul membeli sebanyak kebutuhan sesaat saja. Biasanya ada pelanggan saya yang membeli banyak untuk stok, sekarang ini mereka tidak berani lagi, “ jelasnya.
Dari pantauan di lapangan, hampir semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan, bahkan dengan harga saat ini tiga biji Cabai diharga Rp 1000.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil H Pahrolrozy beberapa hari lalu menyampaikan bahwa sejauh ini kondisi harga sembako di Inhil masih dalam katagori stabil, diakui ada beberapa yang mengalami kenaikan, namun hal itu karena pasokan yang terganggu, serta adanya pengaruh cuaca. (cr.mar).
Editorial : Ramdana Yudha
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









