Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Caleg PBB Aroziduhu Laia Punya Komit Perjuangkan Tenaga Kerja Pendatang
PELITARIAU, Rohul - Sebagai daerah yang dikenal memiliki perusahaan perkebunan sawit terbesar di Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hulu menjadi salah satu tujuan para pencari kerja (Pencaker). Kebanyakan dari pencaker luar daerah ini memilih sebagai buruh harian lepas di perusahaan perkebunan kepala sawit.
Dari sekian banyak tenaga kerja pendatang tersebut, apa yang menjadi hak mereka setelah puluhan tahun bekerja masih kerab terabaikan. Jika ditanya kesalahan siapa, mungkin sulit kita menyalahkan pemerintah daerah, karena luasnya cakupan wilayah yang dikenal sebagai Negeri Seribu Suluk itu.
Karena itu, Aroziduhu Laia Calon Legislatif Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Daerah Pilihan (Dapil) IV (Ujung Batu, Tandun, Kabun, Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto) dari Partai Bulan Bintang (PBB) memiliki komitmen memperjuangkan nasib tenaga kerja perusahaan yang terabaikan.
Pria yang juga Ketua Persatuan Keluarga Nias Riau (PKNR) Kabupaten Rokan Hulu bercerita, Suku Nias yang saat ini masih banyak ditemukan belum mendapatkan hak sepenuhnya sebagai pekerja.
Salah satu contoh, status pekerja yang sudah puluhan tahun sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) kurang diperhatikan. "Persoalan ini menjadi momok menakutkan bagi pekerja, sebab status yang tidak tetap, membuat perusahaan dengan mudah mem PHK BHL tersebut," jelasnya.
Bukan hanya itu, dirinya juga memiliki keinginan memperjuangkan hak kesehatan bagi mereka yang bekerja di perusahaan. "Belum semua dari pekerja khususnya warga Nias yang mendapat jaminan kesehatan dari perusahaan. Ini juga jadi catatan penting buat kami," sebutnya.
Jika mendapat amanah, dia juga akan mendata mana warga Nias yang belum memiliki identitas kependudukan Kabupaten Rohul seperti KTP El, Kartu Keluarga dan lain sebagainya.
Lebih jauh, dia mengutarakan akan berjuang mencari sebuah kawasan pemukiman khusus buat warga Nias. "Kita akan cari lahan, agar nantinya warga Nias bisa tinggal di satu kampung," sebutnya.
Kemudian, dirinya juga menambahkan sebagai daerah yang dikenal memiliki masyarakat yang Heterogen, Pemerintah daerah diharap bisa membuka jalan bagi setiap suku untuk mengembangkan warisan budaya daerahnya.
"Budaya dari masing-masing daerah di Nusantara harus dilestarikan. Kita akan dorong pemerintah daerah agar membuka jalan bagi setiap suku melaksanakan budaya tradisional itu sendiri," tukasnya.
Dalam pada itu, pria yang juga sebagai mantan Kadus Desa Pematang Tebih, Ujung Batu itu siap berbuat yang terbaik untuk pembangunan desanya. Salah satunya, menggiring anggaran daerah, agar sampai ke Pemerintah Desa.
"Amanah dari masyarakat Desa Pematang Tebih yang akan kita prioritaskan adalah mengawal anggaran pembangunan dari kabupaten bisa turun ke desa," janji Aroziduhu Laia. **Rahmat
DPRD Riau Turun ke Warga: Ginda Burnama Sosialisasikan Ranperda RT RW di Marpoyan Damai
PELITARIAU, PEKANBARU – Anggota DPRD Provinsi Riau, Ginda Burnama ST MT, mengg.
Ini Kata Mona Sri Wahyuni Usai Pelantikan Pengurus PAN se Riau oleh Zulkifli Hasan
PELITARIAU, Pekanbaru - Anggota DPRD kota Pekanbaru, Mona Sri Wahyuni SE, AK men.
Polres Pelalawan Gerebek Rumah Kontrakan di Rawang Sari, 28 Paket Sabu Disita
PELITARIAU, Pelalawan - Sat Resnarkoba Polres Pelalawan kembali menggagalkan per.
DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Gelar Berbuka Puasa Bersama Dan Santuni Puluhan Anak Yatim
PELITARIAU Pekanbaru - Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Riau .
Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto: Konferda Momentum Untuk Memperkuat Akar Rumput Partai dan Kader
PELITARIAU, Pekanbaru – Sabtu (22/11/2025) bertempat di Hotel Labersa Se.
Drs H Asra Faber MM: Orang Baik Harus Paham Politik Jika Tidak, Penjahat yang Kendalikan
PELITARIAU, Sumbar - Orang baik, harus paham mengenai politik. Jika tidak,.









