Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sahabat Mafirion Jenguk Rianjuniarna Siswi SDN di Rengat Penderita Tumor di Mata
PELITARIAU, Pekanbaru - Setelah 5 bulan terakhir, kondisi bola mata Rianjuniarna (13) siswa SDN 025 Kelurahan skip hilir Kecamatan Rengat semakin memprihatinkan, pada Kamis (28/9/2018) lalu para guru sekolahan tersebut iuran untuk membawa Rianjuniarna berobat ke Pekanbaru.
Mendapat kabar tentang penyakit Rianjuniarna penderita tumor di mata diketahui dari keluarga kurang mampu, Sahabat Mafirion langsung mencari identitas keluarga Rianjuniarna dan menyampaikan kondisi tersebut kepada anggota DPR RI Mafirion asal Pemilihan Riau II.
"Rianjuniarna warga Inhu akan kita fasilitasi berobat penyakit tumor mata yang dideritanya, kondisi ekonomi keluarga Rianjuniarna tergolong miskin, sehingga penyakit tumor mata yang dideritanya sempat terbuat," kata Mafirion kepada wartawan Minggu (30/9/2018).
Menurut Mafirion, para sahabat Mafirion di Inhu sudah mengunjungi kediaman rumah Rianjuniarna, saat itu Rianjuniarna sudah di bawa ke Pekanbaru untuk berobat, sebab rumah sakit yang ada di Inhu tidak bise melakukan pemeriksaan lebih lanjut, makanya Rianjuniarna dibawa berobat di RS di Pekanbaru.
"Setelah berobat di Pekanbaru, keluarga Rianjuniarna akan berembuk untuk memastikan kapan dilakukan operasi tumor mata yang di derita Rianjuniarna," ucap Mafirion.
Diketahui, Rianjuniarna merupakan anak kedua dari pasangan Rianto (40) dan Kartina (38) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di kebun kelapa sawit warga Inhu yang ada di Rawa jadi Kelurahan Skip hilir.
Sebelumnya pada Kamis (20/9/2018) para guru sudah membawa Rianjuniarna berobat di BLUD Indrasari Rengat, dengan alasan tidak ada obat Scen maka, tumor mata yang diderita Rianjuniarna tidak bisa di obati, kembali pada Senin (24/9/2018) para guru kembali membawa Rianjuniarna ke BLUD Indrasari Rengat, namun hal serupa dengan alasan tidak ada obat scen maka Rianjuniarna tidak bisa di obati di Inhu.
"Saya lihat mata Rianjuniarna semakin hari semakin membesar, saya berinisiatif membawa siswi saya ini berobat sebab, saya tau kalau orang tuanya tidak mampu, para guru iyuran, terimakasih jika ada donatur yang mau membantu," ucap Sulastri, guru SDN 025 Skip Hilir. **Prc2
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.









