• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1127 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2432 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2802 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5356 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2450 Kali

  • Home
  • Nasional

Rupiah Melemah, DPR Sarankan Pemerintah Keluarkan

Perlu Skenario Cerdas dan Patriotisme Untuk Mengatasi Pelemahan Rupiah

Ramdana

Jumat, 07 September 2018 14:17:43 WIB
Cetak
Perlu Skenario Cerdas dan Patriotisme Untuk Mengatasi Pelemahan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Eva Kusuma Sundari

PELITARIAU, Jakarta — Anggota Komisi XI DPR Eva Kusuma Sundari mengatakan salah satu cara  mengatasi pelemahan rupiah yakni perlu skenario cerdas pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Selain itu diperlukan sikap  patriotisme masyarakat dengan menjual dolar, tidak pergi ke luar negeri dan mencintai produk dalam negeri.

"Jadi tidak ada pilihan bagi semua dari kita, untuk melawan bersama-sama, kombinasinya adalah kepemimpinan. Patriotisme itu bukan hanya untuk masyarakat tetapi juga bagi anggota Kabinet," kata Eva Sundari dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Pelemahan Rupiah: Dampak dan Solusinya” di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (06/9/2018).

Eva Sundari mengakui pelemahan rupiah sampai terhadap dolar, yaitu Rp15.000/dolar sudah berada di lampu merah karena melewati batas psikologis yang dipatok oleh bank. "Kalau kemudian sudah melewati batas psikologis ini, maka ini akan menjadi merah atau sinyal merah. Artinya memang kita tidak menginginkan," ujar Eva Sundari.

Meski dolar sudah menembus Rp15.000/dolar, menurut anggota DPR Komisi XI itu, belum dirasakan dampak oleh masyarakat.  "Kalau sekarang masyarakat belum terasa, walaupun sudah melampaui Rp15.000. Yang terasa tentu teman-teman oposisi," ujarnya dengan nada menyindir pembicara lainnya dari oposisi pemerintah, yaitu Refrizal (PKS) dan Heri Gunawan (Gerindra).

Dia berharap pelemahan rupiah itu jangan berlangsung hingga Desember mendatang. Karena selain membebani industri berkonten impor, juga akan berdampak rasionalisasi sampai PHK.

"Kalau kemudian sampai Desember ada dampak efisiensi, rasionalisasi sampai PHK. Ini akan menjadi isu yang serius sekali menurut saya," kata politisi PDIP itu.

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menyarankan agar Pemerintah membuat sebuah kebijakan berupa peraturan, bukan sekedar imbauan kepada para eksportir untuk menukarkan dolarnya dalam bentuk rupiah.  Saran tersebut diungkapkan terkait melemahnya nilai tukar rupiah

“Kebijakan baru pemerintah atau penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) bisa membuat dolar berkurang dari Indonesia, dan rupiah pun akan menguat,” ujar Heri.

Heri menyampaikan saran tersebut karena tidak sedikit eksportir yang mendapat bantuan modal dari Indonesia dalam bentuk mata uang rupiah. Namun ketika mengekspor barang, mereka mendapatkan uang dalam bentuk dolar AS, dan mereka tidak ingin menukarkannya lagi ke dalam rupiah.

“Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, selain karena adanya krisis global, juga karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang belum kuat. Krisis global itu, seperti krisis yang melanda Turki bahkan sampai ke Argentina, “ kata politisi dapil Jabar tersebut.

Anggota Komisi XI DPR Fraksi PKS, Refrizal berpendapat bahwa obat mujarab untuk memperkuat rupiah adalah dengan mendatangkan dolar ke Indonesia. "Bagaimana cara mendatangi dolar ke sini terserah pemerintah," kata Refrizal.

Salah satu cara mendatangkan dolar itu menurut Refrizal, adalah dengan mendatangkan investor. "Mendatangkan investor itu bukan membawa semen dan besi, tapi dolar," ujar Refrizal. **Bam



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 - 01:54:33 WIB

PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.

Nasional

Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:56:13 WIB

PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.

Nasional

Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 - 10:33:46 WIB

PELITARIAU,  Bogor -  Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.

Nasional

Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:18:41 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.

Nasional

Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:05:32 WIB

PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.

Nasional

Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:12:43 WIB

PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.

Terkini

  • +INDEX
Polsek Mandah Koordinasi dan Cek Lahan Jagung di Desa Bente, Dukung Swasembada Ketahanan Pangan
10 Juli 2026
Bupati Asmar Minta OPD Prioritaskan Tindak Lanjut Temuan BPK
10 Juli 2026
KADIN Riau Perkuat Ekosistem Usaha Inklusif, Masuri Dorong UMKM Naik Kelas dan Hilirisasi Komoditas Unggulan
10 Juli 2026
Resmikan Mako Baru Polsek Rangsang Barat, Kapolres Meranti Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Profesionalisme Personel
10 Juli 2026
Lapas Kelas IIA Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Berkah dan Kasih
10 Juli 2026
Bupati Asmar Percepat Persiapan Lahan Gudang Bulog di Dorak, Targetkan Pembangunan Segera Dimulai
09 Juli 2026
Pemkab Meranti dan Konsulat Malaysia Perkuat Kerja Sama, Buka Peluang Kerja, Beasiswa, hingga Pasar Produk Lokal
09 Juli 2026
Bupati Asmar Ingatkan Pilkades Jangan Sampai Pecah Belah Masyarakat
09 Juli 2026
Bupati Asmar Lepas Kontingen E-Sport Meranti, Targetkan Tembus Tiga Besar dan Lolos ke Tingkat Nasional
09 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Terima Asistensi dan Verifikasi Lapangan Scaling Up Inovasi Pelayanan Publik Polri
09 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Bupati Asmar Minta OPD Prioritaskan Tindak Lanjut Temuan BPK
  • 2 Bupati Asmar Percepat Persiapan Lahan Gudang Bulog di Dorak, Targetkan Pembangunan Segera Dimulai
  • 3 Pemkab Meranti dan Konsulat Malaysia Perkuat Kerja Sama, Buka Peluang Kerja, Beasiswa, hingga Pasar Produk Lokal
  • 4 Bupati Asmar Lepas Kontingen E-Sport Meranti, Targetkan Tembus Tiga Besar dan Lolos ke Tingkat Nasional
  • 5 Diduga Jadi Korban Begal, Pria di Selatpanjang Akui Rekayasa Cerita Karena Terlilit Utang
  • 6 Pemkab Meranti Terus Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK Atas Temuan Pada Dinas PUPR
  • 7 Erry Gading : PT Pelindo dan PT Bumi Meranti Agar Duduk kembali dan Jangan Dibiarkan Berlarut

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved