Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
2017 Kuansing WTP, Fraksi di DPRD Soroti Kelebihan Bayar Rp800 juta dan Temuan Gaji GBD Rp12 milyar
PELITARIAU, Kuansing - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing) menggelar Sidang Paripurna dengan agenda, pandangan umum fraksi terhadap Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Bupati tahun anggaran 2017 pada Senin (13/8/2018).
Pandangan umum fraksi disampaikan secara bergantian oleh masing-masing juru bicara, pertama juru bicara fraksi Golkar H Sutoyo SH menyampaikan kalau, dalam pelaksanaan APBD Kuansing tahun 2017 masih terbatas, namun pemerintah daerah Kuansing mampu memperoleh penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Fraksi Golkar meminta Bupati bisa mempertahankan penilaian WTP terhadap pengelolaan keuangan daerah, keduanya
Bupati bisa melaksanakan rekomendasi dari BPK RI terhadap kelemahan administrasi keuangan Pemda Kuansing.
Kemudian ketiga, Bupati diharapkan memberikan penilaian kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lalai dan suka berbohong terkait selalu tidak hadir memenuhi undangan DRPD mengikuti sidang Paripurna DPRD dan rapat pembahasan anggaran. "Mereka (Kadis,red) selalu beralasan sedang dinas diluar ketika di undang," kata Sutoyo.
Kemudian dari juru bicara fraksi Nasdem Rustam Efendi menyampaikan selamat kepada Bupati atas keberhasilan opini WTP dari BPK RI, namun fraksi Nasdem mencatat, masih ada ketidak merataan anggara. Kedua, masih menimbulkan pertanyaan penyebab rendahnya realisasi bantuan anggaran sosial tahun 2017. Kemudian Bupati perlu memberi saksi kepada ASN yang lalai menyikapi rekomendasi BPK RI guna menghindari terjadi kerugian negara.
Selanjut pandangan fraksi demokrat melalui juru bicaranya Jontikal, menyampaikan temuanya kalau Dinas PURP banyak menunda pembarayan atas kegiatan yang sudah dikerjakan oleh rekanan. Kedua masih rendahnya PAD yang bersumber dari retribusi. ketiga, tidak tercapainya target rogram pembangunan. Keempat, adanya kelebihan bayar pada Dinas PURP mencapai Rp800 mohon penjelas.
Kelima, adanya perbedaan pembayaran gaji terhadap tenaga honorer, nilainya jauh berbeda. Keenam, adanya pembayaran gaji Rp12 minyar untuk untuk Guru Bantu Daerah (GBD) sedangkan Pemda sendiri melalui Dinas Pendidikan tidak pernah melakukan rekrutmen GBD, dan yang ketujuh, masih buruknya pelayanan dibidang kesehatan.
Sanjutnya fraksi perjuangan, melalui juru bicaranya Rosi Atali menyampaikan, kalau pimpinan OPD harus mampu mempertimbangkan hal-hal yang akan merugika pemerintah daerah.
Kedua, Bupati diminta melakukan evaluasi terhadap OPD yang terkesan lalai dan tidak frofesianal dalam bekerja. "Evaluasi ini untuk memperkuat kinerja pemerintah," katanya.
Ketiga, Pemerintah harus mampu meningkatkan fungsi bangunan tiga filar, apa lagi hotel Kuansing yang harus sudah bisa untuk menginap wisatawan pada saat pacu jalur 2018 mendatang ini. **Levis
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









