Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Industri Hasil Perkebunan Meranti Sangat Menguntungkan
PELITARIAU, Selatpanjang - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, mengatakan peluang investasi industri hasil perkebunan termasuk sektor yang sangat menguntungkan di daerah ini. Selain investasi industri sagu, keuntungan pada industri perkebunan kopi juga sangat menjanjikan.
"Kalau tahun 2011 lalu harga perbatang sagu sekitar Rp100 ribu, namun tahun ini sudah mencapai Rp400 ribu perbatang. Kemudian komoditi kopi juga menjanjikan, sebelumnya seharga Rp28 ribu sekarang menjadi Rp45 ribu," kata Bupati Irwan, saat ekspos untuk penilaian Riau Investment Award, di Selatpanjang, Kamis (6/11/2014).
Dikatakannya, sejak Kepulauan Meranti dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis, sangat banyak perusahaan yang datang untuk berinvestasi industri sektor sagu di daerah ini, namun kendalanya daerah ini belum memiliki lahan yang luas sebagaimana yang dibutuhkan investor.
"Guna memenuhi kebutuhan lahan sektor perkebunan sagu itu, kami akan coba mendatangi Kementerian Kehutanan guna membicarakan masalah lahan. Rencananya calon investor akan meminta sekitar 17.000 hektar dari pengalihan lahan HTI akasia menjadi sagu," kata Irwan.
Selain sagu, lanjutnya, Kabupaten Kepulauan Meranti juga sedang berupaya mengembangkan pengolahan kopi, sehingga pada tahun-tahun akan datang akan muncul produk Kopi berkualitas ekonomi tinggi yang dapat menjadi kebanggaan daerah Kepulauan ini.
"Yang menjadi PR kita, saat ini terjadi selisih harga yang tinggi hingga 13 kali lipat antara nilai jual petani dan nilai jual pada pengumpul. Dimana kopi basah dijual petani dengan harga sekitar Rp3 ribu/kg, sementara pengumpul dengan harga Rp45 ribu/kg," ungkapnya.
Menurut Irwan, investasi perkebunan Kopi hanya membutuhkan sedikit modal kerja namun bisa mendapatkan keuntungan yang besar. "Kalau dibandingkan dengan investasi sawit, kopi sangat menguntungkan dengan perbandingan 1 hektar sawit sekitar Rp3 juta perbulan, kalau kopi bisa mencapai Rp7 Juta sampai Rp9 Juta perbulan," tambahnya (kor. nto)
Editorial: Rio Ahmad
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









