Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Bupati Inhil Bertekad Kembalikan Inhil Sebagai Lumbung Beras di Provinsi Riau
PELITARIAU, Inhil-Bupati Inhil H Muhammad Wardan bertekad mengembalikan Indragiri Hilir sebagai 'Lumbung Beras' nya Provinsi Riau.
"Dahulu, kita terkenal dengan beras Pulau Kijang, sehingga disebut sebagai Lumbung Beras di Provinsi Riau. Maka, kejayaan ini harus dikembalikan," ungkap Bupati Wardan, saat panen raya padi Kecamatan Keritang, baru-baru ini.
Kabupaten Inhil juga dikenal sebagai penghasil benih padi lokal yang terkenal, seperti Lentik Bemban, Karang Duku dan Bujang Berinai.
"Namun saat ini, benih padi lokal ini sulit didapatkan, maka harus dipertahankan dan dikembangkan kembali," katanya.
Karena, peluang dan potensi sektor pertanian pangan ini yang masih dapat dikembangkan dan didayagunakan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus pengembangan perekonomian daerah.
Dalam bidang pertanian khususnya komoditas tanaman pangan, Kabupaten Indragiri Hilir merupakan kawasan Pengembangan padi secara nasional. Upaya pengembangan komoditas unggulan tentunya akan menjadi perhatian serius bagi kita bersama sehingga dapat membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka meningkatkan ketersediaan pangan telah melakukan upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajale) sejak tahun 2015, keberhasilan program tersebut patut kita syukuri bersama, mengingat dengan kerjasama yang baik antara semua stakeholder sehingga produksi padi dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun. Upaya tersebut tersebut, sejalan dengan program Pemerintah Pusat.
Akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut di atas tidaklah mudah, kita masih menghadapi beberapa kendala, antara lain produktivitas lahan yang belum optimal akibat penerapan teknologi yang beum maksimal, penggunaan benih bermutu varietas unggul masih rendah, tingkat kehilangan hasil masih tinggi akibat penanganan pasca panen yang tidak tepat. Serta dukungan sarana dan prasarana yang belum memadai.
"Untuk mengatasi kendala dalam penyediaan sarana produksi dan pemasaran hasil, pemerintah mengharapkan adanya jalinan kerjasama antara petani dengan pihak swasta yang saling menguntungkan secara berkelanjutan sehingga petani memperoleh kepastian dalam berusaha tani dan pemasaran hasil," imbuhnya.***Bud/Adv/Diskominfo
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.









