Pilihan
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Cian Cui Imlek 2568/2017 di Kabupaten Meranti Dimulai, Ribuan Warga Siap Perang
PELITARIAU, Meranti-Festival Perang Air (Cian Cui) di Kabuaten Meranti telah dimulai, tradisi tahunan dalam rangka perayaan Imlek 2568/2017 yang kabarnya hanya ada di Meranti dan negara Thailand itu, secara resmi dibuka oleh Camat Tebing Tinggi Rizki Hidayat bersama Plt. Kadis Pariwisata Kabupaten Meranti H. Ismail dan Kadis Perhubungan Meranti Drs. Hendra Putra, Wakapolres Meranti Kompol. Wawan, di Jalan Kartini, Selatpanjang, Sabtu sore (28/1/17).
Dengan dimulainyan Festival Cian Cui, maka ribuan warga di Kota Selatpanjang, Kabupaten Meranti siap 'perang' air. Kegiatan ini bukan saja diikuti oleh warga Tiong Hoa yang ada di Selatpanjang, tetapi sejak beberapa tahun terakhir telah diikuti oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia mulai dari negara tetangga Malaysia, Singapore, Thailand, Australia hingga dari negara Republik Rakyat China berkumpul di Kota Selatpanjang.
Perang air ini merupakan sebuah tradisi masyarakat Tionghoa yang sudah lama dikembangkan di Selatpanjang. Tradisi ini akan berlangsung selama 6 hari terhitung sejak Imlek hari pertama.
Perang air dimulai sore hari pukul 15.00 Wib hingga petang, mengambil rute mengelilingi 4 ruas jalan di Selatpanjang (Diponegoro, Kartini, Imambonjol, dan A Yani, red).
Ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara sengaja datang ke Selatpanjang hanya untuk menyaksikan dan ikut siram-siraman air yang sangat unik dan menarik ini. Dimana peserta yang dipersenjatai ember berisi air dan pistol air besar, bebas saling siram-siraman air dengan setiap orang yang menanti dipinggir jalan dan berpapasan.
Tak pandang usia, baik tua dan muda siap basah-basahan, hebatnya Etnis Tionghoa dan Melayu berbaur dalam suasana yang akrab.
Penyelenggaraan Festival Perang Air di Kota Sagu, Selatpanjang kali ini diprakasai oleh Pemkab Kepulauan Meranti bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau.
"Sejak tiga tahun terakhir kita memprakarsai acara ini dan semakin baik dari tahun-ketahun, semoga dapat menarik para pelancong baik dari lokal maupun mancanegara," ujar H. Ismail
Festival Perang Air ini telah masuk dalam agenda wisata Provinsi Riau dan akan dimasukkan dalam data agenda Kementerian Pariwisata. Dia berharap kedepan dapat dipromosikan secraa Nasional sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia.***ek
Dr. Maxaxai Indra Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin APHTN-HAN Riau Periode 2026–2031
PELITARIAU, PEKANBARU – Akademisi Dr. Maxaxai Indra, S.H., M.H., kembali diper.
Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
PELITARIAU, Tembilahan – Dalam rangka mempererat silaturahmi serta memperkuat .
16.500 Warga Padati Pawai Obor 1 Muharram 1448 H, Ustadz Abdul Somad Ajak Warga Pelalawan Hijrah Akhlak
PELITARIAU, Pelalawan– Halaman Kantor Bupati Pelalawan jadi lautan cahaya, Sen.
Ardi Mardiansyah Resmi Dilantik Sebagai Sekda Kampar, Bupati Yuzar: Jalankan Amanah Dengan Integritas
PELITARIAU, Kampar – Tonggak baru pemerintahan Kabupaten Kampar resmi di.
Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan
PELITARIAU, Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan bahwa te.
Rutan Rengat Tingkatkan Kompetensi Penjamah Makanan, Melalui Kursus Keamanan Pangan Siap Saji
PELITARIAU, Rengat - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rengat terus b.









