Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
RSUD PH Tembilahan Siap Menangani Para Pecandu Lem Kambing
PELITARIAU, Inhil - Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada (RSUD PH) Tembilahan siap menerima penanganan medis bagi para pecandu lem kambing dan sejenisnya. Ditegaskan, pengobatan bagi mereka digratiskan.
Penegasan ini disampaikan Direktur RSUD PH Tembilahan dr H Irianto saat menerima inisiator Komunitas Peduli Anak (KOMPAK) Maryanto SH, Senin (16/1/17). Saat itu ia didampingi Kepala Bidang Pelayanan Medis dr H Rahmat Susanto dan Kepala Poliklinik Psikiatri dr Imma Wb.
"Kami siap menerima dan menangani para pecandu ngelem dan sejenisnya. Sebenarnya pelayanan seperti ini sudah ada sejak satu tahun yang lalu," ungkap Irianto.
Disebutkan, sekira setahun yang lalu sejak terbentuknya institusi penerima wajib lapor (IPWL) cukup banyak para pecandu lem dan sejenisnya yang dibawa masuk Poliklinik Psikiatri di rumah sakit ini.
"Karena permasalahan ini harus ditangani secara serius, selama ini IPWL telah membuka poliklinik pengobatan ketergantungan obat dan bahan adiktif lainnya (termasuk lem)," sebutnya.
Para pecandu ngelem dan sejenisnya ini setelah melakukan pendaftaran kemudian akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat ketergantungannya terhadap barang berbahaya ini.
Setelah ditangani petugas medis, mereka (pecandu, Red) ini harus rutin memeriksakan diri dan mengkonsumsi obat yang diberikan, tentunya harus mengacu kepada tingkat ketergantungannya.
"Untuk pengobatan bagi pecandu ngelem dan sejenisnya ini digratiskan selama menjalani pengobatan atas ketergantunganya tersebut," ujarnya.
Irianto menjelaskan, pihaknya juga merencanakan dan telah mengkonsultasikan kepada pihak Pemkab Inhil untuk menyediakan ruangan khusus perawatan ketergantungan obat dan bahan adiktif lainnya (termasuk lem).
Ruangan bagi perawatan pasien ketergantungan obat dan bahan adiktif ini, direncanakan mampu menampung 8 tempat tidur.***Budi
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.









