Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kapolri Sebut Ucapannya Mengutip Tafsiran Ahli Bahasa
PELITARIAU, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan penafsirannya terhadap ucapan Basuki Tjahaja Purnama yang disampaikan tiga hari lalu merupakan kutipan dari ahli bahasa. Bukan penafsiran sendiri.
"Saya menyitir dari keterangan ahli. Ada beberapa ahli bahasa dan agama yang kami dengar keterangannya. Mereka membedakan antara kata 'pakai' dan tidak. Saya hanya mengutip," kata Tito di Kantor Presiden dikutip CNN Indonesia, kemarin.
Pernyataan itu disampaikan Tito sebagai respons atas kritik keras Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Sebelumnya, Haedar meminta Kepolisian, terutama Kapolri, tak menafsirkan ucapan Ahok, sapaan Basuki, yang diduga menistakan agama.
Pernyataan Tito pekan lalu, menurut Haedar, dapat memicu keraguan dan konflik baru. Kepolisian bahkan bisa dianggap berpihak melalui keterangan itu.
Tito sempat menjelaskan mengenai perbedaan makna dari ada dan tidaknya kata 'pakai' dalam omongan Ahok. Hal itu disampaikan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Sabtu (5/11) lalu.
"Kami tanyakan ke ahli bahasa. Pengertiannya kalau dibohongi ayat Al Maidah 51, dibohongi pakai ayat Al Maidah 51, itu kan sangat beda sekali," ujar Tito saat itu.
"Kalau yang pertama, 'dibohongi Al Maidah 51, itu pasti yang dikatakan bohong adalah ayatnya. Tapi kalau 'dibohongi pakai Al Maidah 51', bukan ayatnya tapi orangnya. Jangan percaya kepada orang," katanya.
Mulai tutup mulut
Tito tak berkomentar banyak mengenai perkembangan dugaan aktor politik dan aliran dana demo 4 November. Padahal, Kepala Bareskrim Polri Ari Dono mengatakan, jajarannya sedang menelusuri aliran dana operasional Aksi Bela Islam.
Penelusuran bahkan akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Masih dalam penyelidikan. Saya belum mau komen soal itu," ucap Tito.
Ia juga bungkam ketika dikonfirmasi mengenai dugaan awal munculnya aktor politik dalam demo 4 November seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo.
Dugaan-dugaan itu akan ditelusuri melalui keterangan tersangka. Kini, Kepolisian menetapkan lima mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai tersangka terkait kericuhan dalam unjuk rasa di sekitar Istana Merdeka pekan lalu.
Penangkapan dan penetapan kelimanya sebagai tersangka dilakukan polisi setelah penyelidikan digital forensik terhadap video aksi kekerasan saat demo tersebut.
Kericuhan demo 4 November menelan satu korban jiwa karena asma. Sebanyak 21 kendaraan milik TNI-Polri atau umum dirusak dan tiga di antaranya dibakar. Jumlah demonstran yang mengalami luka sekitar 250 orang. Korban luka juga berjatuhan di pihak TNI-Polri.***(prc/rel)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








