Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kementrian Sosial Buka Layanan Nomor 1-500-771 untuk Kekerasan Seksual
PELITARIAU, Jakarta – Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial, Sony Manalu, mengungkapkan ada beberapa faktor yang memicu berulangnya kasus kekerasan seksual. Salah satunya, kasus tidak terungkap karena dianggap sebagai aib bagi keluarga.
"Sering tidak terungkap dan ditutupi karena aib keluarga. Bukan empati yang didapat (korban)
melainkan tuduhan lain," kata Sony dalam diskusi di Gedung Ombudsman, Jakarta dikutip viva.co.id, Selasa, 27 September 2016.
Faktor lain yang ikut memicu kekerasan adalah rentannya ketahanan keluarga. Mudahnya akses terhadap pornografi, hingga tidak tertanganinya korban dengan baik, sehingga berpotensi menjadi pelaku di kemudian hari.
"Norma hukum yang ada juga belum memberikan efek jera dan efek cegah," kata Sony.
Untuk itu, pemerintah membuka layanan Telepon Pelayanan Sosial atau diakronimkan menjadi TePSA. Layanan itu dibuka untuk mempermudah masyarakat melaporkan peristiwa kekerasan seksual atau masalah sosial lain, dengan menghubungi nomor telepon 1-500-771. Menurut Sony, layanan telepon ini tersedia selama 24 jam setiap harinya.
Tak hanya pelaporan kasus, masyarakat juga bisa berkonsultasi terkait kekerasan yang sedang dihadapi. Sehingga masyarakat bisa langsung mendapatkan rujukan pihak terkait untuk mendapatkan pertolongan atau penindakan.
"TePSA akan konsultasi dengan peksos (pekerja sosial) dan dirujuk ke mana, apakah itu ke kepolisian atau perlindungan anak," ujar Sony.
Sony mengatakan, sejak diluncurkan pada Agustus 2016 lalu, pihaknya sudah menerima sejumlah laporan melalui layanan ini. Namun layanan ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. "Jumlah telepon yang diterima hingga saat ini sekitar 247, kami akan terus sosialisasikan," kata Sony.
Sementara itu, untuk penanganan dan pencegahan kasus kekerasan seksual, Sony menyebut pihaknya telah mengupayakan sejumlah langkah. Salah satunya, melakukan rehabilitasi sosial. "Baik terhadap korban maupun pelaku," kata dia. ***(prc)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








