Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Tiga Paket Mega Proyek Diduga Sarat Korupsi, LSM Suluh Kuansing Lapor KPK
PELITARIAU, Kuansing - Dugaan penyimpangan tiga paket mega proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tahun 2014 yang lalu telah dilaporkan LSM Suluh Kuansing ke KPK pada 1 Juni 2015 lalu. Namun sampai saat ini tidak ada tanggapan dari komisi anti rasuah tersebut.
Selain ke KPK LSM ini juga telah melaporkannnya ke Bareskrim Polri serta Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta pada 5 juni 2015. Serta juga kepada penegak hukum lainnya terkait dugaan korupsi yang nilainya cukup fantastis.
"Sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya oleh KPK dan penegak hukum lainya. Padahal data pendukung juga telah kita lampirkan. Untuk itu kita masih menunggu ketegasan KPK dan penegak umum lainnya untuk mengusut kasus ini hingga tuntas," ujar ketua LSM suluh kuansing Nerdi Wentomes SH.
Tiga paket proyek yang bernilai fantastis yang dilaporkannya itu adalah, dugaan korupsi pembangunan pasar tradisional Rp 44 milyar lebih, pembangunan hotel Kuansing Rp 47 milyar dan pembangunan Universitas Islam Kuansing Rp 51 milyar.
Nerdi membeberkan, dalam pembangunan pasar moderen yang bernilai puluhan miliar itu, pihaknya menduga telah terjadi korupsi atas pelaksanaan pembangunannya. Nilai yang cukup besar yang diduga terjadi tindak pidana korupsinya yakni terhadap pelepasan lahan seluas 8,5 hektare.
Sementara itu Nerdi juga menduga adanya korupsi saat pengadaan tanah lokasi pembangunan hotel Kuantan Singingi yang biaya pelepasan tanah seluas dan perluasan lokasi pembangunan hotel Kuantan Singingi mencapai angka Rp.7.737.550.000 ( tujuh milyar tujuh ratus tiga puluh tujuh juta lima ratus lima puluh ribu rupiah )."Kita mencurigai permainan tim dalam pembelian lahan serta pembangunan fisiknya," tegas Nerdi.
Sementara itu pembangunan hotel Kuansing, tahun anggaran 2014 dengan nilai Rp 47 milyar itu tidak tampak azas manfaatnya, dimana saat ini hotel tersebut belum difungsikan walaupun sudah tuntas dikerjakan. Begitupun juga dengan pembangunan Universitas Islam Kuansing, "Disitu juga patut dicurigai ada tindak pidana korupsinya," ujar Nerdi.
Terkait pembangunan universitas kuansing ( UNIKS ) tersebut kata Nerdi, nilai nya mencapai Rp 51 milyar tersebut tidak disertai dengan yayasan milik pemerintah. Padahalnya dana untuk pembangunan tersebut merupakan dana hibah yang bersumber dari APBD Kuansing. Selain itu, menurut aturan, untuk pembangunan sebuah universitas di daerah bukanlah menjadi kewenangan pemerintahan daerah atau kabupaten. Melainkan pusat melalui kementerian pendidikan.
"Kini universitas itu telah rampung dikerjakan, tapi belum juga bisa di manfaatkan oleh masyarakat, sementara tahun ajaran baru bagi mahasiswa baru akan di mulai, ada apalagi," tanya Nerdi.
Nerdi menambahkan, sekelumit kegiatan yang terindikasi korupsi di Kabupaten Kuansing ini bukan hanya proyek tiga pilar itu saja. Pembangunan jalur dua dari Tugu Carano hingga simpang tiga STM Teluk Kuantan juga terindikasi korupsi.
"Bayangkan saja, pembangunannya baru selesai awal tahun 2015 lalu, kini jalan tersebut sudah rusak. Tapi penegak hukum tetap diam seperti terhifnotis," sindir Nerdi. ***(kasmalinda)
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .








