Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Semua Korban Banjir Bandang Garut Mau Direlokasi
PELITARIAU, Jakarta - Pemerintah mulai memikirkan penanganan korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Garut dan longsor di Sumedang, Jawa Barat. Korban terdampak akan direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa ada 382 rumah warga Garut yang rusak akibat banjir bandang Sungai Cimanuk. "Kalau (longsor) Sumedang ada empat rumah," katanya seusai meluncurkan E-Warong Kube di Pare, Kota Kediri, Jawa Timur dikutip viva.co.id, pada Jumat, 23 September 2016.
Menurut Menteri, meski di Sumedang hanya empat rumah yang tertimbun, pemerintah setempat juga menyiagakan penghuni 188 rumah warga dan diungsikan. "Meski Sumedang hanya empat rumah, Garut dan Sumedang ini sama (penanganannya)," ujarnya.
Beberapa kementerian tengah berpikir untuk penanganan selanjutnya terhadap korban terdampak banjir bandang Garut dan longsor Sumedang. Opsi paling utama yang akan diambil ialah merelokasi warga ke wilayah aman.
Khofifah mengaku sudah bertanya kepada warga terdampak saat menemui mereka beberapa hari lalu. "Saya tanya warga terdampak, apakah ingin tetap tinggal di situ atau dipindah ke lokasi yang aman, semua bilang mau lokasi yang aman," ujar Khofifah.
Merespons itu, Khofifah mengaku telah mengkomunikasikan soal relokasi warga terdampak dengan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. "Opsinya relokasi," katanya.
Relokasi itu akan melibatkan pemerintah daerah setempat dan pusat. "Pemerintah Daerah Garut dan Sumedang menyiapkan lahannya, Kementerian PU-Pera siapkan huniannya, isi dari rumah dari Kemensos," kata Khofifah.
Banjir bandang di Kabupaten Garut terjadi akibat curah hujan tinggi dan lama pada Selasa, 20 September 2016. Sungai Cimanuk dan Cikamuri tak mampu menampung air hujan sehingga meluap dan menyapu ratusan rumah warga hingga rusak. Hingga kini, sudah 26 korban meninggal teridentifikasi. ***(prc)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








