Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Patok Tapal Batas Sumbar Bergeser, Wilayah Kuansing Riau dirugikan
PELITARIAU, Kuansing - Berdasarkan Hasil penelusuran Komisi B DPRD Kuantan Singingi ke kawasan Pucuk Rantau didapati patok tapal batas antara Riau dan Sumbar sudah bergeser dan sangat merugikan karena mengurangi wilayah Kuansing. Pergeseran patok tapal batas yang dilakukan provinsi tetangga tersebut bervariasi.
Ada yang masuk ke wilayah Kuansing hingga satu kilometer, lima ratus meter hingga tiga ratus meter. Hal tersebut terlihat dari posisi tapal batas baru yang dipasang Sumatera Barat dilapangan.
Menyikapi hal yang merugikan kabupaten Kuantan Singingi ini, Komisi B DPRD Kuansing menyerahkan penyelsaiannya ke Pemkab Kuansing dalam hal ini Bupati karena ini sudah menyangkut antar dua kabupaten dan dua provinsi.
"Kita sarankan yang harus diselesaikan soal tapal batas dulu. Jangan fokus kita soal lahan yang habis. Kita fokus saja dengan masalah batas wilayah, kalau sudah jelas bergeser baru nanti ke kondisi lahan dan siapa yang menggarap lahan hutan lindung Bukit Betabuh lalu bagaimana mengembalikan fungsi hutan lindung," ujar Ketua Komisi B DPRD Kuansing, Rustam Efendi kepada wartawan, Senin (19/9/2016) .
“Kalau hutan lindung Bukit Betabuh dikawasan desa Perhentian Sungkai kecamatan Pucuk Rantau sudah tidak ada sama sekali sudah punah ranah, sudah berubah menjadi areal kebun kelapa sawit,”ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kuansing, Abriman SHut yang dikonfirmasi soal tapal batas ini menjelaskan, bahwa pihaknya sesuai arahan pimpinan agar menyelesaikan soal ini. Diakuinya, patok tapal batas Kuansing dengan Sumbar sudah bergeser dari hasil GPS.
"Sekarang patok tapal batas antara Riau-Sumbar di wilayah Pucuk Rantau bergeser. Padahal dulu kita sudah sepakati tapal batas dan langsung dipasang patok, tapi sekarang patok itu sudah bergeser," katanya.
Dengan bergesernya patok tapal batas Kuansing-Sumbar ke arah Kuansing, menurut Abriman, dipastikan wilayah Kuansing berkurang. "Kami perkirakan patok ini baru, karena cat dan wujudnya masih utuh, dan Pak Bupati memang ingin batas Kuansing dengan daerah manapun harus jelas," pungkasnya.(linda)
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .








