Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Saat Jambore PKK Pekanbaru Ditampilkan Kebaya Laboh Harian Khas Melayu
PELITARIAU, Pekanbaru - Mungkin hanya sebahagian kecil lagi masyarakat Pekanbaru mengenal salah satu pakaian tradisi Melayu jaman dulu, Kebaya Laboh Harian namanya. Hal inilah yang dicoba ditampilkan oleh panitia jambore PKK Kota Pekanbaru tahun 2016 dengan menggelar lomba berpakaian Kebaya Laboh Harian yang berlangsung di halaman kantor walikota.
Fashion Ini kembali mengingatkan yang melihat kepada ibu-ibu Melayu jaman dulu dengan pakaian khas Kebaya Laboh Harian.
Yuna (37) th salah satu peserta lomba fashion Kebaya Laboh Harian kader PKK Kecamatan Bukit Raya, tampak elegan seperti "emak-emak Melayu".
"Saya mau ikut lomba kebaya Laboh Harian," kata Yuna pada acara jambore PKK Kota Pekanbaru yang dilangsungkan di halaman kantor walikota Pekanbaru, Kamis (15/9/16).
Ibu yang memiliki anak satu ini mengaku senang bisa ikut mewakili kelompok kerja (Pokja) PKK Bukit Raya dalam lomba Kebaya Laboh Harian. Pasalnya dirinya sudah jarang bahkan belum pernah menggunakan pakaian tersebut saat kini.
"Kami bangga ingin melestarikan pakaian khas emak Melayu, bagus dan elegan kalau sesekali digunakan untuk acara resmi," katanya lagi.
Achmad Heri Sekretaris PKK Kota Pekanbaru, mengakui salah satu lomba mengambil thema Kebaya Laboh Harian.
"Ini ciri khas Melayu yang ingin kami lestarikan," katanya singkat.
Sekedar informasi Kebaya Laboh Harian adalah pakaian wanita/emak Melayu jaman dulu yang memiliki ciri khas yakni, berbahan kain biasa, atau kain katun tipis, dijahit dengan model kurung dalam dibawah lutut, diberi model bekekek (ada potongan kain tambahan di bawah ketiak) dalam dibawah lutut, dipasangkan dengan kain sarung pelekat, bermotif kotak-kotak, selendangnya tipis, dengan warna khas hijau, merah, kuning, dengan sanggul ciput dihiasi kerudung.***(prc/hms)
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.








