Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Di Bengkalis Sejak Januari Ditemukan 646 Kasus DBD, 4 Diantarnya Meninggal
PELITARIAU, Bengkalis - Selama bulan Agustus ditemukan sebanyak 48 kasus demam berdarah dengue (DBD) di kabupaten Bengkalis. Jumlah tersebut meningkat dibanding bulan Juli sebanyak 40 kasus, dimana selama tahun 2016 dari Januari sampai Agustus empat penderita DBD meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) Irawadi SKM mengatakan bahwa peningkatan penderita DBD dari bulan Juli ke bulan Agustus cenderung mengalami peningkatan. Dimana penderita DBD umumnya adalah anak-anak dan balita yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis.
"Bulan Agustus lalu berdasarkan data dari seluruh Puskesmas ditemukan 48 kasus DBD, sedangkan sebelumnya bulan Juli sebanyak 40 kasus. Total penderita DBD dari bulan Januari sampai Agustus tahun ini mencapai 646 kasus dengan 4 penderita meninggal dunia," ungkap Irawadi, Minggu (4/9/2016).
Dijelaskan, untuk antisipasi kasus DBD, Dinas Kesehatan Bengkalis sudah mengalokasikan bubuk abate dan kartu pemantau jentik keseluruh UPT Puskesmas di kecamatan-kecamatan. Kartu pemantau jentik akan digunakan oleh kader-kader jumantik dalam rangka larvasidasi secara selektif dalam mengantisipasi penyebaran DBD.
Sasaran dari penyaluran bubuk abate adalah rumah tangga-rumah tangga yang rentan berkembang biaknya nyamuk aedes agepty, serta lingkungan atau pemukiman yang warganya sudah terkena DBD. Selain itu penyemprotan nyamuk melalui fogging senantiasa dilakukan petugas puskesmas dan dinas kesehatan di rumah-rumah masyarakat yang terserang DBD.
"Jumlah penderita DBD kalau dikalkulasi perbulannya sejak Januari tahun ini terjadi penurunan, tapi tidak signifikan. Malahan dari bulan Juli ke bulan Agustus terjadi kenaikan penderita DBD walau tidak dalam skala besar," tambah Irawadi.
Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Bengkalis untuk selalu mewaspadai gejala DBD, termasuk melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran nyamuk aedes agepty. Antisipasi dilakukan dengan menguras bak penampungan air serta tempat-tempat bersarangnya nyamuk Aedes Agepty.
"Kita secara rutin sosialisasikan kepada masyarakat tentang cara mengantisipasi berkembangnya penyakit DBD, mulai dari menguras bak penampungan air, membersihkan lingkungan serta tumpukan sampah. Kemudian apabila ada anggota keluarga terkena gejala DBD segera bawa ke Puskesmas terdekat," harap Irawadi.***(prc/hrc)
Bupati Asmar Percepat Persiapan Lahan Gudang Bulog di Dorak, Targetkan Pembangunan Segera Dimulai
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar memimpin rapa.
Pemkab Meranti dan Konsulat Malaysia Perkuat Kerja Sama, Buka Peluang Kerja, Beasiswa, hingga Pasar Produk Lokal
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperkuat hub.
Bupati Asmar Ingatkan Pilkades Jangan Sampai Pecah Belah Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar mengingatkan seluru.
Bupati Asmar Lepas Kontingen E-Sport Meranti, Targetkan Tembus Tiga Besar dan Lolos ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Semangat membara mengiringi keberangkatan kontingen E.
Polresta Pekanbaru Terima Asistensi dan Verifikasi Lapangan Scaling Up Inovasi Pelayanan Publik Polri
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru menerima kunjungan Tim Asistensi da.
Diduga Jadi Korban Begal, Pria di Selatpanjang Akui Rekayasa Cerita Karena Terlilit Utang
PELITARIAU,Meranti - Kabar dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (cura.








