Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Buntut Kerusuhan, Kapolres Meranti Dicopot
PELITARIAU, Pekanbaru - Dinilai gagal meredam kemarahan massa terkait tewasnya pegawai honorer Apri Adi Tama yang membunuh Brigadir Adil S Tambunan, AKBP Asep Iskandar dicopot jabatannya sebagai Kapolres Kepulauan Meranti, Riau.
Kapolda Riau Brigjen Supriyanto menyebut kinerja mantan Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau belum maksimal.
"Kinerjanya dinilai belum maksimal," ujar Supriyanto dikonfirmasi terkait pencopotan Asep ini, Sabtu (27/8/2016).
Supriyanto tak menampik pergantian ini berkaitan erat dengan dengan tewasnya Apri, pelaku pembunuhan Brigadir Adil. Peristiwa itu memicu kerusuhan dan ratusan massa menyerang Mapolres setempat.
Dengan bergeseranya pria yang baru menjabat sekitar tiga bulan menjabat ini, tampuk kepemimpinan Polri di kabupaten termuda di Riau ini dipastikan kosong. Pasalnya, belum ada penunjukan pengganti dari Asep.
Selain mencopot Asep, Polda Riau juga telah membawa 15 anggota polisi yang menangkap Apri hingga berujung kematian dan anggota yang mengamankan demo sehingga menewaskan seorang warga lainnya, Isrusli.
"Pemeriksaan secara internal masih dilakukan secara intensif," kata Kapolda.
AKBP Asep baru menjabat sebagai Kapolres Meranti pada pertengahan Mei lalu. Dia menggantikan AKBP Pandra Arsyad yang ditarik ke Bareskrim Mabes Polri.
Selama Pandra menjabat, kepolisian di Meranti dikenal dekat dengan masyarakat. Mantan Abang None Jakarta itu sering turun ke lapangan dan dikenal dengan Bupati kedua di Tanah Jantan.
Terpisah dari itu, adanya kerusuhan di Meranti berawal dari tewasnya Brigadir Adil karena ditikam oleh Apri. Apri kemudian ditangkap serta ditembak hingga akhirnya meregang nyawa.
Warga menilai kematian Apri tidak wajar karena wajahnya lebam-lebam usai ditangkap. Masyarakat marah dan bersama-sama mengepung Mapolres dan mengepungnya.
Akibat kejadian ini, Meranti sempat mencekam. Ratusan polisi dikerahkan dan warga tetap bertahan meminta Kapolres dan anggotanya ditindak.
Untuk menenangkan massa, Kapolda Riau turun tangan. Dia berdialog dengan warga dan tokoh masyarakat supaya tak ada kerusuhan lanjutan. Dia juga mengunjungi keluarga Apri dan Isrusli.
Sejauh ini, Kepulauan Meranti sudah kondusif. Aktivitas warga sudah pulih sepenuhnya. Meski demikian, ratusan personel dari beberapa Polres terdekat serta pasukan Brimob masih disiagakan di sana.***(prc/liputan6)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








