Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Hari Ini Satelit Modis Lapan Mencatat 32 Titik Api di Riau
PELITARIAU, Jakarta - Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih terjadi di beberapa tempat. Pantauan satelit menunjukkan sebaran asap atau gas CO2 menyebar hingga Selat Malaka.
"Namun demikian, belum mempengaruhi kualitas udara di Malaysia dan Singapore. Indeks Standar Pencemaran Udara di Malaysia dan Singapore masih baik," ujar Sutopo, Jumat (19/8).
Menurut Sutopo, dari 339 titik hotspot di seluruh Indonesia yang terpantau satelit Modis dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan (Lapan) pada Jumat, terdapat 32 titik api di Riau. Dengan rincian 10 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang dan 22 hotspot pada tingkat kepercayaan tinggi.
"Titik hotspot pada tingkat kepercayaan sedang paling banyak di Kalimantan Barat. Dari 218 titik, sekitar 96 titik berada di Kalbar," ujar Sutopo.
Kemudian Kalimantan Selatan (7 titik), Kalimantan Tengah (16 titik), Kalimantan Timur (1 titik), Jawa Barat (2 titik), Jawa Tengah (1 titik), Jawa Timur (1 titik), NTT (14 titik), Bangka, Belitung (17 titik), Maluku (8 titik), Maluku Utara (1 titik), Sulawesi Selatan (7 titik), Sulawesi Tengah (1 titik), Sulawesi Tenggara (1 titik), Sumatera Barat (2 titik), Sumatera Selatan (9 titik), Sumatera Utara (14 titik), Jambi (4 titik) dan Kepulauan Riau (1 titik).
Sementara itu, untuk 121 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, sebarannya kata Sutopo masing-masing Kalimantan Barat (62 titik), Kalimantan Selatan (1 titik), Kalimantan Tengah (7 titik), Kalimantan Timur (1 titik), NTT (1 titik), Bangka Belitung (7 titik), Lampung (1 titik), Riau (22 titik), Sumatera Selatan (4 titik), Sumatera Utara (14 titik), dan Sulawesi Selatan (1 titik).
"Upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan oleh ribuan personil satgas terpadu dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan dan karyawan perusahaan perkebunan," ujar Sutopo.
Sutopo memperkirakan, puncak kemarau yang terjadi pada September mendatang, menjadi periode kritis kebakaran hutan dan lahan. Umumnya pada periode September, hotspot paling banyak terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Karena itu penanganan akan terus diintensifkan.(prc/JPNN)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








