Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1099 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2740 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5292 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2429 Kali
Bayi Kembar Siam Asal Riau, Yuliana dan Yuliani Tumbuh Jadi Wanita Cantik dan Cerdas
Yuliana dan Yuliani, bayi kembar siam yang sukses dipisahkan pada 21 Oktober 1987
PELITARIAU.com - Kabar terkini Pristian Yuliana dan Pristian Yuliani sudah berusia 29 tahun, setelah lama tak terdengar kabar, bayi kembar siam kelahiran Riau, 31 Juli 1987 itu tumbuh sehat dan pintar, hal ini diketahui pertama dari postingan media sosial facebook yang dibagikan oleh akun Facebook Syakieb Sungkar pada Minggu (14/8/2016) malam.
Saat ini, Yuliana dan Yuliani telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik dan berprestasi. Dalam postingan akun facebook Syakieb Sungkar sudah di like 63.142 dikomentari 7.511 orang.
Menurut Syakieb, salah seorang di antaranya sudah menjadi dokter dan yang lain sedang melakukan penelitian untuk gelar doktor di IPB.
Netizen Amelya yang mengaku berteman dengan keduanya selama kuliah di Padang mengatakan, Yuliana atau Ana adalah yang sedang berjuang untuk meraih gelar doktor.
"Selamat ya Ana Ani. Untuk Ana semoga gelar doktornya segera nempel di namanya. Amin," ujar Amelya mengomentari postingan Syakieb.
Saat dilahirkan di RS Tanjung Pinang Riau, saat ini Tanjung pinang sudah menjadi Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Ana dan Ani mengalami dempet kepala di bagian ubun-ubun (craniopagus vertical). Pada 21 Oktober 1987, keduanya sukses menjalani operasi pemisahan di RS Cipto Mangunkusumo selama 13 jam.
Ini juga menjadi tonggak sejarah penting bagi kedokteran di Indonesia karena untuk pertama kalinya, operasi pemisahan kembar siam berhasil. Operasi anak pasangan Tularji dan Hartini itu dipimpin oleh Prof. Dr. R.M. Padmosantjojo, yang kemudian menjadi orangtua angkat mereka.
Seperti dikutip dari Tabloid Nova, Ana dan Ani mengaku terinspirasi sosok dokter tersebut. Ketika diwawancarai sewaktu masih duduk di SMA, kembar tersebut selalu mengirimi rapor pada Padmo ketika selesai ujian semester atau kenaikan kelas.
Bila naik kelas, profesor yang akrab mereka sapa Pakde itu akan membelikan sepatu, tas, ataupun keperluan sekolah lain.**prc.
Saat ini, Yuliana dan Yuliani telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik dan berprestasi. Dalam postingan akun facebook Syakieb Sungkar sudah di like 63.142 dikomentari 7.511 orang.
Menurut Syakieb, salah seorang di antaranya sudah menjadi dokter dan yang lain sedang melakukan penelitian untuk gelar doktor di IPB.
Netizen Amelya yang mengaku berteman dengan keduanya selama kuliah di Padang mengatakan, Yuliana atau Ana adalah yang sedang berjuang untuk meraih gelar doktor.
"Selamat ya Ana Ani. Untuk Ana semoga gelar doktornya segera nempel di namanya. Amin," ujar Amelya mengomentari postingan Syakieb.
Saat dilahirkan di RS Tanjung Pinang Riau, saat ini Tanjung pinang sudah menjadi Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Ana dan Ani mengalami dempet kepala di bagian ubun-ubun (craniopagus vertical). Pada 21 Oktober 1987, keduanya sukses menjalani operasi pemisahan di RS Cipto Mangunkusumo selama 13 jam.
Ini juga menjadi tonggak sejarah penting bagi kedokteran di Indonesia karena untuk pertama kalinya, operasi pemisahan kembar siam berhasil. Operasi anak pasangan Tularji dan Hartini itu dipimpin oleh Prof. Dr. R.M. Padmosantjojo, yang kemudian menjadi orangtua angkat mereka.
Seperti dikutip dari Tabloid Nova, Ana dan Ani mengaku terinspirasi sosok dokter tersebut. Ketika diwawancarai sewaktu masih duduk di SMA, kembar tersebut selalu mengirimi rapor pada Padmo ketika selesai ujian semester atau kenaikan kelas.
Bila naik kelas, profesor yang akrab mereka sapa Pakde itu akan membelikan sepatu, tas, ataupun keperluan sekolah lain.**prc.
BERITA LAINNYA +INDEKS
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.
JMSI Jambi Audiensi Perdana dengan Gubernur Al Haris, Tegaskan Sinergi Dukung Keterbukaan Informasi
PELITARIAU, Jambi - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jambi audiens.








