Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Alamak...Penganiaya Guru di Makassar itu Ternyata Bekas Murid Korban
PELITARIAU, Makassar - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Makassar, Chidir Madja, mengungkapkan bahwa Adnan Ahmad (43 tahun), tersangka penganiayaan guru arsitek, Dasrul (54 tahun), merupakan alumnus sekolah itu. Bahkan Adnan sempat diajar Dasrul pada medio 1990-an.
"Iya, dia (Adnan) adalah alumni sekolah ini juga dan pernah diajar Pak Dasrul," katanya kepada VIVA.co.id melalui sambungan telepon pada Kamis, 11 Agsutus 2016.
Chaidir mengaku menyesalkan penganiayaan yang dilakukan orang tua siswa. Ia juga menyerahkan kasus itu sesuai hukum yang berlaku.
Di mata Chaidir, Dasrul adalah guru yang sabar dan pendiam. Dasrul, katanya, tidak pernah ada laporan main tangan menghukum siswa. "Selama saya jadi kepala sekolah Pak Dasrul tidak pernah menyinggung orang lain atau guru-guru lain," katanya.
Dia akan menggelar rapat dengan dewan guru dan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah pada hari ini. Kemungkinan anak Adnan, MA (15 tahun), akan dikeluarkan dari sekolah. "Dia sudah terbukti ikut membantu ayahnya menganiaya Pak Dasrul, maka tinggal dirapatkan saja untuk dikeluarkan," ujarnya.
Peristiwa peganiayaan terhadap guru arsitektur itu terjadi di parkiran SMK Negeri 2 Makassar pada Rabu 10 Agustus 2016. Pelaku datang menemui Pak Dasrul seusai menerima panggilan telepon anaknya di sekolah karena dipukul dan dikeluarkan dari kelas oleh gurunya.
Awalnya, Dasrul mengusir MA dari kelas karena tidak membawa alat dan buku saat mata pelajaran teknik menggambar sekira pukul 10.00 WITA. Tak terima diusir, MA disebut sempat menendang pintu kelas dan mengeluarkan kata kasar kepada guru.
Di hadapan polisi, Adnan Ahmad mengaku datang ke sekolah ingin bertemu guru itu karena anaknya yang dihukum. Dia mengaku refleks menonjok hidung korban hingga berdarah karena emosi. "Dia terlalu nyolot saat kami bertemu. Jadi, saya langsung tonjok mukanya, padahal saya cuma mau tanya kenapa begitu caranya mendidik," kata Adnan.
Sang guru mengaku hanya memberi hukuman kepada muridnya karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah dan tidak membawa alat gambar. Ia berterus terang terpaksa menepuk mulut MA karena mengeluarkan kata tidak pantas saat siswa itu diminta keluar ruang.***(prc)
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.








